top of page

Dokter Jerman Populerkan Pengobatan Tradisional Negeri Jajahan

Sempat kehilangan kepercayaan diri saat tiba di Hindia, dokter Eropa ini sukses meneliti pengobatan tradisional. Berperan penting mempopulerkan jamu.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ilustrasi Jamu sebagai salah satu obat tradisional.

5 Agu 2019
3 menit membaca

Diperbarui: 23 Apr

TAK lama setelah tiba di Hindia-Belanda pada 1823 untuk menjalani tugas di Semarang, Friedrich August Carl Waitz baru menyadari ketiadaan bahan-bahan obat yang biasa dia gunakan di Eropa. Dokter asal Jerman itu pun baru menyadari ada penyakit yang baru ia temui di negeri tropis, seperti disentri dan frambusia. Alhasil, ia kelimpungan dan kehilangan kepercayaan diri pada kemampuan medisnya.


Menurut Profesor Hans Pols dari Universitas Sydney dalam artikelnya “European Physicians and Botanists, Indigenous Herbal Medicine in the Dutch East Indies, and Colonial Networks of Mediation”, di tahun itu banyak ahli kesehatan Eropa yang mengeluh tentang kondisi medis di Hindia-Belanda. Para dokter kulit putih itu meragukan kemampuan medis mereka karena temuan lapangan berbeda dari yang biasa mereka temui di Eropa.


Obat-obatan yang sudah dikirimkan dari Eropa pun tak bisa maksimal lantaran kehilangan khasiat akibat menempuh perjalanan jauh dan penyimpanan yang kurang apik. Para dokter kulit putih, termasuk Waitz, sendiri memprotes penggunaan zat penenang yang berlebihan.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Bukan kali ini saja pandemi mengganggu ibadah haji. Bahkan, pada masa lalu haji dianggap membahayakan.
Bukan kali ini saja pandemi mengganggu ibadah haji. Bahkan, pada masa lalu haji dianggap membahayakan.
Rasa lelah membuat kawan-kawannya ambil jalan pintas, sewa pesawat. Kendati terpilih naik pesawat itu, Dion urung naik karena ongkosnya mahal.
Rasa lelah membuat kawan-kawannya ambil jalan pintas, sewa pesawat. Kendati terpilih naik pesawat itu, Dion urung naik karena ongkosnya mahal.
Seorang pelancong AS yang mabuk mengambil sepotong semangka dan menolak membayar setelah mencicipinya. Memantik perkelahian yang berujung pada kerusuhan yang menewaskan belasan orang.
Seorang pelancong AS yang mabuk mengambil sepotong semangka dan menolak membayar setelah mencicipinya. Memantik perkelahian yang berujung pada kerusuhan yang menewaskan belasan orang.
Dari Korea Utara hingga Maroko. Mereka tim-tim yang disepelekan yang justru jadi batu sandungan bagi para favorit juara.
Dari Korea Utara hingga Maroko. Mereka tim-tim yang disepelekan yang justru jadi batu sandungan bagi para favorit juara.
Ini tentang manusia mulai mengenal komik, superhero pertama dalam komik, tokoh pencipta Tintin, dan komik bertema kehidupan masyarakat Indonesia.
Ini tentang manusia mulai mengenal komik, superhero pertama dalam komik, tokoh pencipta Tintin, dan komik bertema kehidupan masyarakat Indonesia.
transparant.png
bottom of page