top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Dokter Jiwa dan Terapi Kerja

Namanya diabadikan sebagai nama Rumah Sakit Jiwa di Bogor. Namun, selain di bidang psikiatri, Marzoeki Mahdi punya andil penting dalam kemajuan Kota Hujan.

Oleh :
Historia
2 Mei 2025

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Ilustrasu Dr. Marzoeki Mahdi. (M.A. Yusuf/Historia.ID).

Diperbarui: 20 Nov 2025

SETELAH memimpin Doorgangshuizen (tempat penampungan sementara) bagi penderita penyakit jiwa di Semarang selama dua tahun, Marzoeki kembali bertugas di Bogor. Sejak 1931 dia menjadi dokter di Krankzinnigengesticht atau Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Bogor. Selama bertugas, dia tetap menerapkan metode perawatan yang manusiawi.  

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Alkisah Masjid Buzancy di Ardennes, Prancis yang dibangun atas permintaan Sultan Salahuddin. Hancur semasa Revolusi Prancis. Kini beralih fungsi jadi sekolah.
Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

God Bless tak mau sembarangan bikin album. Laris bukan tujuan mereka menelurkan album.
Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Kebun pertama tembakau Deli kini menjadi perkampungan di sekitar Jalan Platina, Medan.
Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Tuan Rondahaim melawan Belanda di Simalungun hingga akhir hayatnya. Dia tidak pernah menyerah. Penyakit rajalah yang menghentikan perlawanannya.
“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

Dianggap menggerakan massa melawan pemerintah kolonial, Kuwu Groeneveld menanggung hukuman tak ringan.
bottom of page