Tito membanggakan tentaranya yang tangguh, Sukarno membanggakan falsafah negaranya. Setelah keduanya tiada, Yugoslavia terpecah belah, Indonesia tetap bertahan.
Sebelum menjadi sentra kuliner seperti sekarang, kawasan Jalan Sabang pernah menjadi tempat nongkrong anak gaul Jakarta hingga tempat mangkal tante-tante kesepian.
Klub sepakbola yang dibangun komunitas Arab Pekalongan ini tak bisa dianggap remeh. Kendati kerap didera kesulitan finansial, Alhilaal berhasil merengkuh gelar juara.
After leading the PETA uprising in Blitar, Supriyadi fled to the jungle and disappeared. It is believed that he was secretly killed by the Japanese as his body is nowhere to be found to this day.
Dari bergeliat, peternakan-peternakan sapi perah di seantero Jakarta perlahan menghilang akibat gejolak politik. Ada banyak haji di balik industri tersebut.
Pernah berguru ke Rahmah El Yunusiyah dan H.R. Rasuna Said, Shamsiah Fakeh getol memperjuangkan kemerdekaan negeri dan kaumnya. Kini, buku memoar aktivis Malaysia berdarah Minang itu dilarang pemerintah Malaysia.
Dalam kisah legenda Jawa, Roro Mendut dikenal sebagai wanita yang berani mendobrak anggapan merokok identik dengan laki-laki. Ia berjualan rokok demi menolak dipinang sang punggawa istana.
Sebagai pengarang novel populer, Motinggo Boesje memelopori konsep tante girang. Sementara itu, Ali Shahab pengarang pertama yang mencantumkan istilah tante girang pada novelnya.
Dalam novel-novel karangannya, Motinggo Boesje menyuguhkan bumbu seksualitas dan erotisme yang digandrungi pembaca. Di akhir masa kepengarangannya, dia menekuni sastra serius.
Soekaesih menulis brosur tentang pengalaman pahit sebagai tahanan politik di Boven Digoel. Dia berkeliling kota di Belanda untuk membagikan pengalamannya. Menuntut penutupan kamp konsentrasi itu dan pembebasan para tapol.
Tema sejarah kesehatan masih begitu terbatas dalam historiografi Indonesia. Sejarawan Hans Pols menawarkan perspektif baru dalam memahami dinamika sejarah kesehatan di Indonesia.
Namanya diabadikan sebagai nama Rumah Sakit Jiwa di Bogor. Namun, selain di bidang psikiatri, Marzoeki Mahdi punya andil penting dalam kemajuan Kota Hujan.
Marzoeki Mahdi was known as one of the pioneers of psychiatry in Indonesia. But aside from that, he was also renowned in various fields, from social and political issues to soccer.
Marzoeki Mahdi dikenal sebagai salah seorang perintis pengembangan psikiatri di Indonesia. Namun namanya juga harum di bidang-bidang lainnya. Dari sosial, politik, hingga sepakbola.
Penanganan pasien gangguan mental di Hindia Belanda. Sebelum memiliki rumah sakit jiwa, pasien ditampung di rumah sakit Tionghoa, panti asuhan fakir miskin, dan rumah sakit tentara.
Orang yang menderita dua ekstrim mood: depresi berlarut-larut dan euforia agresif. Kemajuan penelitian membuat mereka bertahan, perlahan lepas dari stigma dan rasa malu.