Diperbarui: 14 Agu
KEDATANGAN kapal motor Australia Experance Bay di Pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur pada awal 1946 membuat geger. Otoritas Belanda di sana sampai buka suara. Bukan tanpa alasan, sebab kapal yang mengangkut ratusan orang Indonesia dari Australia untuk dipulangkan itu menurunkan 20 orang penumpangnya di sana.
Ke-20 orang yang diturunkan itu bukan sembarang orang alias berbahaya. Pihak Belanda mencap mereka sebagai agitator. Menurut kabar dari Ilyas Jacoub kepada Djamaludin Tamin, seperti tercatat dalam Arsip Mohamad Bondan 460 yang tersimpan di Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), mereka yang diturunkan di Kupang itu yakni Mohamad Senan, Soedihat, Soeparmin, J.A. Loemanau, Ilyas Jacoub bersama istri dan tujuh anak mereka, A. Quddus, Maoen, Aroean, Hendrik Salenda, Loeter Salendeho, Agoes Linggar, Bakri, Misnan, Takim, Poeri, Badri, Kadri, Markatab, Loedin Djalaloedin, dan Rail.
Otoritas Belanda pun menahan ke-20 orang tadi di Pulau Semau, sebuah pulau kecil di barat Kupang. Menurut Het Dagblad, 12 Maret 1946, dari Pulau Semau ke-20 orang itu hendak dipindahkan Labuan. Diberitakan pula, para agitator itu menerima ransum militer Australia secara penuh selama mereka tinggal di Semau.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















