top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Empati Muhammad Ali untuk Palestina

“Tinju” Muhammad Ali terhadap zionisme ditunjukkan lewat kunjungannya ke kamp pengungsi Palestina dan meramaikan demonstrasi anti-Israel.

18 Sep 2024

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Muhammad Ali mengunjungi Museum Nasional Sejarah dan Teknologi Smithsonian (kini Museum Nasional Sejarah Amerika), 17 Maret 1976. (Richard K. Hofmeister).

  • 18 Sep 2024
  • 4 menit membaca

Diperbarui: 17 Jan

MUHAMMAD Ali tak pernah takut mempertaruhkan karier tinjunya. Meski sempat kena sanksi akibat menolak ikut wajib militer sebagai buntut protesnya terharap Perang Vietnam, juara dunia kelas berat itu tak segan mengamplifikasi empatinya terhadap Palestina.


Pada 28 April 1967, Ali menolak wajib militer Perang Vietnam (1955-1975). Akibatnya, ia terancam hukuman penjara 5 tahun, sanksi larangan bertinju selama 3 tahun serta dikenai denda 10 ribu dolar. Padahal saat itu Ali sedang berada di puncak kariernya dengan koleksi gelar kelas berat WBA, WBC, NYSAC, dan The Ring.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Alkisah Masjid Buzancy di Ardennes, Prancis yang dibangun atas permintaan Sultan Salahuddin. Hancur semasa Revolusi Prancis. Kini beralih fungsi jadi sekolah.
Persekutuan Tuan Rondahaim dan Sisingamangaraja

Persekutuan Tuan Rondahaim dan Sisingamangaraja

Tuan Rondahaim dan Sisingamangaraja bersekutu melawan Belanda. Keduanya telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.
Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

God Bless tak mau sembarangan bikin album. Laris bukan tujuan mereka menelurkan album.
Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Kebun pertama tembakau Deli kini menjadi perkampungan di sekitar Jalan Platina, Medan.
“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

Dianggap menggerakan massa melawan pemerintah kolonial, Kuwu Groeneveld menanggung hukuman tak ringan.
bottom of page