top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Sarung Tinju Muhammad Ali Punya Cerita

Sarung tinju bekas Muhammad Ali dilelang puluhan miliaran rupiah. Lengkap dengan tanda tangan lawan yang menumbangkannya.

1 Okt 2024

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Sarung tinju Cassius Marcellus Clay Jr. alias Muhammad Ali dari duel tahun 1963 yang dilelang. (Stuart Bull Auctions).

Diperbarui: 15 Jan

SEBUAH sarung tinju merah lusuh yang pernah dikenakan Muhammad Ali pada 1963 masuk Rumah Lelang Stuart Bull Auctions. Walau hanya sebelah, diyakini memorabilia penting petinju legendaris bernama lahir Cassius Marcellus Clay Jr. itu bakal laku puluhan miliar rupiah.


“Kami meyakini itu sarung tinju Cassius Clay paling penting yang pernah dipakainya. Setahun kemudian ia mengubah namanya jadi Muhammad Ali, jadi jika bukan karena sarung tinju ini mungkin kita takkan pernah mendengar tentang dia,” klaim Stuart Bull, direktur sekaligus pemilik rumah lelang itu, dikutip BBC, Senin (30/9/2024).

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Kebun pertama tembakau Deli kini menjadi perkampungan di sekitar Jalan Platina, Medan.
“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

Dianggap menggerakan massa melawan pemerintah kolonial, Kuwu Groeneveld menanggung hukuman tak ringan.
Jejak Raja dan Ratu Belgia di Indonesia

Jejak Raja dan Ratu Belgia di Indonesia

Dari Brussel ke Jalan Astrid di Kebun Raya Bogor. Raja dan Ratu Belgia dari berbagai masa punya cerita di Indonesia.
Riwayat Konglomerat Dasaad

Riwayat Konglomerat Dasaad

Jaringan bisnis Dasaad membentang di dalam dan luar negeri. Ia tercatat sebagai pengusaha Indonesia pertama yang membuka kantor cabang di Amerika Serikat.
Brigitte Bardot yang Kontroversial

Brigitte Bardot yang Kontroversial

Brigitte Bardot tak sekadar ikon perfilman yang dijuluki “Marylin Monroe-nya Prancis”. Ia juga “lokomotif sejarah perempuan”.
bottom of page