top of page

Evolusi Angkatan Perang Indonesia

Seberapa kuat tentara kita di masa Sukarno? Menggali informasi mengenai pertahanan dan keamanan negara melalui arsip.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Pengangkatan Jenderal Soedirman sebagai Panglima Besar TNI. (ANRI).

  • 5 Okt 2024
  • 5 menit membaca

Diperbarui: 14 Jan

“ANEH, negara zonder tentara.” Itulah pernyataan terkenal dari Oerip Soemohardjo, mantan perwira Tentara Kerajaan Hindia Belanda (KNIL), tak lama setelah Indonesia merdeka. Atas dorongan Oerip dan sejumlah rekannya, terbitlah Dekrit Presiden 5 Oktober 1945 tentang pembentukan Tentara Keamanan Rakyat (TKR), yang kini dikenal dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI).


“Sejarah lahirnya TNI itu unik sekali. Kenapa unik? Indonesia merdeka bulan Agustus, sementara TKR baru dibentuk dua bulan setelahnya (bulan Oktober). Dalam dua bulan lebih, negara ada, tetapi zonder tentara,” ujar sejarawan militer Genoveva Ambar Wulan Tulistyowati.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Sjahrir-Amir Sjarifoeddin memburu para oposannya. Sukarno pinjamkan mobil dan beri sangu untuk menangkap Tan Malaka dan kawan-kawannya.
bg-gray.jpg
Tan Malaka tampil pertama kali untuk menghimpun kekuatan dalam Persatuan Perjuangan. Oposisi Tan Malaka berhasil menjatuhkan Kabinet Sutan Sjahrir, namun hanya kemenangan semu.
bg-gray.jpg
Sutan Sjahrir menemui Tan Malaka untuk bekerja sama. Namun, dua tokoh Minang ini tak sejalan dalam perjuangan. Sjahrir memilih diplomasi membuat Tan Malaka oposisi.
bg-gray.jpg
Pohon ini punya narasi mitos bisa menurunkan hujan. Menarik berbagai pemerintah kolonial Eropa untuk mendapatkan dan memperkenalkan tanaman ini ke berbagai negeri jajahan.
transparant.png
bottom of page