top of page

Gedung Bappenas Bekas Loji Freemason

Di gedung ini anggota Freemason mengadakan pertemuan. Diambil alih untuk mahkamah militer kemudian menjadi kantor Bappenas.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Gedung Bappenas pada 1930-an. (ebay.com)

21 Apr 2020
3 menit membaca

Diperbarui: 14 Nov 2025

ANGGOTA Freemason Hindia Belanda kerap mengadakan pertemuan rutin. Tempat pertemuan itu disebut loji. Oleh penduduk sekitar, loji diartikan sebagai rumah setan. Hingga 1930-an, jumlah loji mencapai 25 dan tersebar di beberapa kota. Sebagian kecil loji masih berdiri hingga sekarang. Salah satunya menjadi Gedung Bappenas di Jakarta.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page