top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Menelusuri Jejak Freemason di Jakarta

Freemason telah hadir di Hindia Belanda sejak zaman VOC. Meski sempat dilarang pada masa Orde Lama, namun jejak organisasi persaudaraan ini masih dapat ditelusuri.

11 Des 2023

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Museum Taman Prasasti, Jakarta. (Amanda Rachmadita/Historia.ID).

  • 11 Des 2023
  • 5 menit membaca

Diperbarui: 6 Jan

SEJUMLAH prasasti berukuran besar dan berwarna gelap menghiasi dinding-dinding area depan Museum Taman Prasasti, Jakarta. Prasasti tersebut merupakan nisan orang-orang asing yang pernah tinggal di Batavia. Nisan itu dilengkapi nama dan keterangan identitas sang mendiang. Di beberapa nisan bahkan terukir lambang keluarga. Yang menarik perhatian, di salah satu nisan terpampang gambar jangka dan mistar, simbol Freemason.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Rumahsakit Bethesda Yogyakarta yang masih berdiri hingga kini merupakan buah "kasih" dr. Belanda bernama JG Scheurer.
Kala Sultan Mehmed Memburu Dracula di Bulan Puasa

Kala Sultan Mehmed Memburu Dracula di Bulan Puasa

Murka karena utusannya dibantai dengan bengis, Sultan Mehmed II membalas dengan kekuatan penuh. Walau berhasil kabur, nasib Vlad Dracula berakhir tragis.
Menyibak Mitos Haji Djamhari

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Penelitian membuktikan bahwa sosok Haji Djamhari sebagai penemu kretek benar-benar ada dan bukan tokoh fiksi.
Pahit Getir Hidup Sjahrir

Pahit Getir Hidup Sjahrir

Menjelang akhir hayatnya, Sutan Sjahrir hidup sebagai tahanan dalam perawatan. Namun, justru pada saat itulah putrinya merasakan kehidupan sebagai keluarga yang utuh.
Gowa Masuk Islam

Gowa Masuk Islam

Islamisasi di Gowa dan Makassar makan waktu panjang meskipun raja-raja di sana sangat terbuka.
bottom of page