- 12 Mei 2025
- 2 menit membaca
Diperbarui: 8 Jul
SEMUA tahu, Tanah Abang daerah basah meski kawasan niaga ini sudah uzur. Perang antarkelompok preman di kawasan niaga ini sudah tentu telah ada sejak lama. Sebagian orang masih ingat, sekitar 1996 kelompok Hercules dikalahkan kelompok Bang Ucu di Tanah Abang.
Kejadian perang antar gangster seperti itu pernah ada juga di tahun 1936. Ketika itu, istilah “gangster” baru populer karena film-film Hollywood, sementara istilah “preman” belum dipakai seperti sekarang –preman saat itu masih digunakan untuk menamakan orang umum nonformal.
Di Tanah Abang kala itu, ada jagoan yang amat ditakuti. Namanya Salihoen. Bataviaasch Courant, 22 April 1936 menyebut, Salihoen tak hanya ditakuti tapi suka menarik pajak kepada para supir taksi yang besarannya adalah 5 sen per orang per hari. Uang 5 sen, menurut Probosutedjo dalam memoarnya, Saya dan Mas Harto, di era 1930-an bisa membeli satu kilogram beras. Jika Salihoen bisa memalak 10 atau 20 supir saban hari, tentu dia bisa lebih dari sekadar makan kenyang tiap harinya.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















