top of page

Gundala Bukan Jagoan

Gundala layaknya manusia biasa. Lalu buat apa dia ada?

loading_historia_white.gif
transparant.png

Abimana Aryasatya memerankan tokoh Gundala. (Fernando Randy/Historia.ID).

30 Agu 2019
4 menit membaca

Diperbarui: 18 Jul

JAGAT Sinema Bumilangit telah merilis film pertamanya: Gundala (2019). Film arahan Joko Anwar ini bisa ditonton di bioskop tanah air mulai 28 Agustus 2019. Jagoan karya komikus Harya Suraminata atau Hasmi yang ditunggu-tunggu itu akhirnya datang juga. Tapi, dia malah membantahnya.


“Aku bukan jagoan,” kata Sancaka.


Dia menolak membantu para aktivis pasar melawan preman pasar. Lalu seseorang tiba-tiba memukul Sancaka dengan balok kayu dari belakang, berniat menjajal kekuatan Sancaka. Benar saja, seketika dia pingsan. Sancaka memang manusia biasa.


Para aktivis pasar mengira Sancaka memiliki kekuatan super. Dia pernah sekali mengeluarkan petir dari tangannya ketika dikeroyok 30 preman. Namun ternyata itu tidak disengaja Sancaka. Lalu siapa Gundala jika bukan jagoan?

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
PKI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Membawa gagasan ke tengah masyarakat melalui pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Hasilnya menjadi salah satu partai terbesar.
bg-gray.jpg
Selama tiga dekade tinggal di Uni Soviet, Semaoen menggeluti berbagai profesi: penyiar radio, penerjemah, dosen, hingga wakil perdana menteri.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
Perayaan Imlek sempat dilarang pada zaman Belanda dan Orde Baru. Kini dirayakan dengan semarak.
Perayaan Imlek sempat dilarang pada zaman Belanda dan Orde Baru. Kini dirayakan dengan semarak.
Payung tak lagi hanya berfungsi sebagai pelindung dari hujan dan terik matahari, tetapi juga tren gaya hidup modern.
Payung tak lagi hanya berfungsi sebagai pelindung dari hujan dan terik matahari, tetapi juga tren gaya hidup modern.
Indonesia lagi-lagi hanya jadi penonton Piala Dunia. Padahal, Indonesia nyaris tampil di Piala Dunia 1958.
Indonesia lagi-lagi hanya jadi penonton Piala Dunia. Padahal, Indonesia nyaris tampil di Piala Dunia 1958.
Kota suci itu pernah merajut perdamaian antaragama di masa awal kekuasaan Arab Islam. Kini konflik peperangan mencabik-cabiknya.
Kota suci itu pernah merajut perdamaian antaragama di masa awal kekuasaan Arab Islam. Kini konflik peperangan mencabik-cabiknya.
Untuk kali kedua, Indonesia Week promosikan beragam budaya Indonesia. Bertepatan dengan enam dekade hubungan Indonesia-Jepang.
Untuk kali kedua, Indonesia Week promosikan beragam budaya Indonesia. Bertepatan dengan enam dekade hubungan Indonesia-Jepang.
Dari Korea Utara hingga Maroko. Mereka tim-tim yang disepelekan yang justru jadi batu sandungan bagi para favorit juara.
Dari Korea Utara hingga Maroko. Mereka tim-tim yang disepelekan yang justru jadi batu sandungan bagi para favorit juara.
transparant.png
bottom of page