top of page

Habis Gelap Terbitlah Sekolah

Orang-orang Belanda yang berpandangan maju mewujudkan perjuangan R.A. Kartini untuk mendirikan sekolah-sekolah untuk wanita.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Sekolah Kartini Batavia, 1925. (KITLV).

  • 23 Apr 2013
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 22 Apr

DALAM surat-suratnya, RA Kartini meratapi buta huruf di kalangan perempuan karena tidak tersedianya peluang pendidikan bagi mereka. “Kami, gadis-gadis Jawa, tidak boleh memiliki cita-cita, karena kami hanya boleh mempunyai satu impian, dan itu adalah dipaksa menikah hari ini atau esok dengan pria yang dianggap patut oleh orangtua kami,” tulis Kartini dengan getir kepada Rosa Manuela Abendanon-Mandri, 8/9 Agustus 1901.


Setelah Kartini meninggal pada 1904, perjuangannya untuk menyediakan pendidikan bagi perempuan dilanjutkan teman-teman Belandanya.


Surat-surat Kartini antara 1899-1904 kepada teman-teman Belandanya, terutama Rosa Manuela Abendanon-Mandri, istri mantan direktur pendidikan, agama, dan industri Hindia Belanda Mr. Jacques Henry Abendanon, disunting secara selektif dan diterbitkan pada 1911 di Belanda dengan judul Door duisternis tot licht (Habis Gelap Terbitlah Terang). Buku tersebut meraih sukses besar di kalangan publik Belanda, kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, Indonesia, Melayu, Sunda, dan Jawa.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
KH Chalimi once led the Surabaya student movement opposing Suharto’s re-election as president. He was arrested and then detained at the notorious Kalisosok Prison.
bg-gray.jpg
Bukan tanpa alasan Ahmad Subardjo dijuluki “Sang Penjamin Kemerdekaan”. Namun, dia malah absen saat kemerdekaan diproklamasikan Sukarno.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first steps in Batavia led her into the arena of the national movement.
bg-gray.jpg
Setelah kembali ke Indonesia, Ahmad Subardjo menjadi pengacara yang diawasi ketat oleh pemerintah kolonial Belanda. Menepi dari aktivitas politik, Subardjo pergi ke Jepang.
Pada 3 Juli 1922, Suwardi mendirikan sebuah perguruan di Yogyakarta untuk anak-anak bumiputera bernama Taman Siswa.
Pada 3 Juli 1922, Suwardi mendirikan sebuah perguruan di Yogyakarta untuk anak-anak bumiputera bernama Taman Siswa.
 Juri memilih Historia sebagai media partner yang paling inovatif dalam menyajikan konten sejarah populer
Juri memilih Historia sebagai media partner yang paling inovatif dalam menyajikan konten sejarah populer
Pameran foto-foto zaman revolusi yang belum pernah beredar. Menampilkan wajah baru sejarah Indonesia awal kemerdekaan.
Pameran foto-foto zaman revolusi yang belum pernah beredar. Menampilkan wajah baru sejarah Indonesia awal kemerdekaan.
Selain Indonesia, ada tiga negara lain yang pernah batal jadi host Piala Dunia U-20. Salah satunya bahkan sampai dua kali.
Selain Indonesia, ada tiga negara lain yang pernah batal jadi host Piala Dunia U-20. Salah satunya bahkan sampai dua kali.
Ofisial pertandingan asal negeri terpencil yang jadi pujaan rakyat Inggris ini menjadi satu-satunya wasit yang namanya diabadikan untuk sebuah stadion.
Ofisial pertandingan asal negeri terpencil yang jadi pujaan rakyat Inggris ini menjadi satu-satunya wasit yang namanya diabadikan untuk sebuah stadion.
Merayakan kemanusiaan melalui karya seni. Mengenang kepedihan sekaligus memetik pelajaran darinya.
Merayakan kemanusiaan melalui karya seni. Mengenang kepedihan sekaligus memetik pelajaran darinya.
transparant.png
bottom of page