top of page

Hamka, Ekspresi Islam Estetik

Hamka seorang ulama besar yang berkarakter dan produktif dengan tetap toleran dan estetik.

loading_historia_white.gif
transparant.png

14 Mei 2024
6 menit membaca

Diperbarui: 24 Jul

TAK salah sebagian orang menjulukinya “kyai cinta”. Hamka sendiri dalam ceramahnya di Taman Ismail Marzuki, 11 Maret 1970, mengakui, “Dasar dari kepengarangan saya adalah cinta.” Cinta altruistik, yang memberi tenaga dan harapan bagi hidup. Seperti pesan Hayati kepada Zainuddin dalam Tenggelamnya Kapal van der Wijck, “Cinta bukan melemahkan hati, bukan membawa putus asa, bukan menimbulkan tangis sali sedan. Tetapi cinta menghidupkan pengharapan, menguatkan hati dalam perjuangan menempuh onak dan duri penghidupan.” 


Cinta adalah kepribadiannya. Terbentuk oleh pengalaman masa kecil serta hambatan-hambatan budaya yang diseberangi atau dihindari sepanjang hidupnya. Hambatan yang menantangnya untuk melampaui atau menafsirkan kembali nilai dasar yang diwarisinya.


Di sepanjang lintasan hambatan itu, Hamka bukan hanya saksi namun juga pelaku sejarah. Sebagai pelaku, menulis baginya lebih dari sekadar memenuhi gaya atau genre kesasteraan tertentu, melainkan selalu berusaha menancapkan posisinya. Seakan menggemakan kredo Milan Kundera, “For me being a novelist was more than just working in one ‘literary genre’ rather than another; it was an outlook, a wisdom, a position; a position that would rule out identification with any politics, any religion, any ideology, any moral doctrine, any group.”

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page