- 14 Mei 2024
- 6 menit membaca
Diperbarui: 17 Feb
TAK salah sebagian orang menjulukinya “kyai cinta”. Hamka sendiri dalam ceramahnya di Taman Ismail Marzuki, 11 Maret 1970, mengakui, “Dasar dari kepengarangan saya adalah cinta.” Cinta altruistik, yang memberi tenaga dan harapan bagi hidup. Seperti pesan Hayati kepada Zainuddin dalam Tenggelamnya Kapal van der Wijck, “Cinta bukan melemahkan hati, bukan membawa putus asa, bukan menimbulkan tangis sali sedan. Tetapi cinta menghidupkan pengharapan, menguatkan hati dalam perjuangan menempuh onak dan duri penghidupan.”
Cinta adalah kepribadiannya. Terbentuk oleh pengalaman masa kecil serta hambatan-hambatan budaya yang diseberangi atau dihindari sepanjang hidupnya. Hambatan yang menantangnya untuk melampaui atau menafsirkan kembali nilai dasar yang diwarisinya.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












