top of page

Hikayat Sidi Mara, Bajak Laut Pantai Barat Sumatra

Awalnya dia berdagang kemudian menjadi bajak laut. Belanda menyebutnya anak haram jadda. Tetapi kaum Paderi menganggapnya pahlawan.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 1 Feb 2016
  • 3 menit membaca

Sumatra Barat terlebih pantai barat Sumatra terus memanas pasca Belanda mematahkan perlawanan kaum Paderi tahun 1837. Teror dan kegaduhan bermunculan sehingga Belanda mengeluarkan kebijakan rust en orde untuk mengontrol ketertiban dan keamanan.


Kegaduhan muncul dari orang dan kelompok yang selama ini banyak membantu kaum Paderi dalam menghadapi Belanda. Pihak kolonial melabeli mereka bajak laut dan perampok. Mereka dianggap pemicu terjadinya amuk massal dan pembakaran gudang yang dikuasai Belanda.


Bajak laut yang cukup disegani adalah Sidi Mara dengan 20 orang anak buah. Namanya sering disebut dalam catatan militer Belanda pada abad 19. “Nama Sidi Mara sering disebut dalam beberapa tulisan para petinggi militer Belanda yang pernah bertugas di Minangkabau,” sebut filolog Suryadi beberapa waktu lalu.


Guru Besar Sejarah Universitas Andalas Gusti Asnan mengatakan, Sidi Mara salah seorang pemimpin bajak laut yang terkenal di pantai barat Sumatra, selain Panglima Mentawe, Nja’ Pakir dan Po Id.


Sejatinya, Sidi Mara merupakan seorang pedagang perantara atau broker. Ketika zaman Perang Paderi, dia menjadi pedagang penghubung antara orang-orang Aceh dengan kaum Paderi. Dia memasok keperluan kaum Paderi dengan barang seperti senjata, pakaian, garam, ikan, dan lain-lain. Semua dibeli ke orang Aceh.


“Dia memiliki gudang yang cukup besar di Katiagan, Pasaman,” ujar Suryadi.


Kaum Paderi yang dipimpin Tuanku Imam Bonjol mulai terdesak ketika pasukan Belanda terus merangsek. Letnan Satu Infantri J.C Boelhouwer, dalam memoar “Kenang-kenangan di Sumatra Barat Selama Bertahun-tahun 1831-1834” mencatat, militer Belanda merangsek ke pusat Paderi di Bonjol. Gudang dagang yang banyak berdiri di Katiagan, tidak jauh dari Bonjol dibakar.


Salah satu gudang yang ikut terbakar adalah milik Sidi Mara. Sejak itu, dia begitu marah pada Belanda. Dia dengan gerombolannya menyerang kampung-kampung yang berkongsi dengan Belanda.


Gusti Asnan mengatakan aktivitas bajak laut di pantai barat Sumatra di abad 19 karena motif ekonomi dengan melakukan perompakan terhadap kapal-kapal niaga yang sedang berlayar, perkampungan penduduk, dan juga karena motif politik.


Korban bajak laut banyak dialami pedagang (pecalang) Tionghoa ketimbang Eropa. Sebab, pecalang Eropa sudah memiliki persenjataan membuat bajak laut berpikir untuk menyerang. Selain itu juga perompakan terhadap kampung, bahkan menculik penduduk untuk komoditas budak.


Bukan hanya Sidi Mara, keangkuhan Belanda juga memantik beberapa orang bekas pedagang terutama dari Aceh, melakukan kegaduhan terutama di kampung-kampung yang berkongsi dengan Belanda.


“Beberapa laporan Belanda menyebut bahwa bajak laut lebih suka merompak perkampungan di pinggir pantai yang sudah jatuh ke tangan Belanda,” ujar Gusti Asnan yang menulis buku Dunia Maritim Pantai Barat Sumatera.


Menurutnya, bajak laut adalah persepsi Belanda, sementara di mata Paderi, mereka adalah pahlawan. “Belanda mengatakan pada gerombolan seperti bajak laut dengan ungkapan anak haram Jadda,” bilangnya.


Seabrek cacatan kolonial Belanda, tidak diketahui biodata yang jelas tentang Sidi Mara. Begitu pun akhir kisahnya. “Tidak ada catatan biodata yang jelas tentang Sidi Mara. Misal tanggal, tahun lahir, kampung, dan keturunan siapa,” ujar Gusti Asnan.


Namun, menurut Suryadi yang akrab dipanggil Ajo, Sidi Mara berasal dari Pariaman. Ia merupakan salah satu gelar adat di Pariaman. Sidi berasal dari kata Sayyidi (sama dengan Tuanku). Gelar ini diberikan kepada mereka yang bernasab kepada kaum ulama (syayyid), yaitu penyebar agama Islam di daerah Pariaman.


Sidi, sama halnya dengan gelar lain seperti Sutan dan Bagindo, merupakan gelar yang disematkan pada laki-laki yang baru saja kawin di Pariaman. Gelar demikian diturunkan terus-menerus yang dipetik dari garis ayah (patrilineal).


“Sidi Mara ini orang Pariaman. Kalau tidak salah dia seorang pedagang,” imbuh Suryadi.


Untuk mengantisipasi bajak laut, pemerintah Hindia Belanda mendirikan banyak pos pengaman di pelbagai kota pantai. Belanda juga sering mengirim ekspedisi militer ke kawasan utara Sumatra.


“Berkat kesungguhan Belanda, tahun 1860-an, tidak ditemukan lagi laporan pemerintah †entang kegiatan bajak laut,” pungkas Gusti Asnan.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Di masa tuanya, Henk Ngantung hidup memprihatinkan. Dikucilkan dan distigma PKI. Bahkan, pameran terakhir mantan gubernur DKI Jakarta ini diganggu aparat intelijen pemerintah.
bg-gray.jpg
The term “tante girang”, which means cougar, gained popularity in the 1970s, though the phenomenon had already been emerging for two decades prior. Popular literature captured it as a social portrait in Indonesia.
bg-gray.jpg
KH Chalimi pernah memimpin gerakan mahasiswa Surabaya menolak Soeharto menjadi presiden lagi. Ditangkap lalu disekap di penjara angker Kalisosok.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah satu indekos dengan Siti Soendari, adik bungsu dr. Soetomo. Berbeda kepribadian tetapi saling mengisi.
“Lorem ipsum” yang bertahan berabad-abad, bermula dari karya filsuf Romawi Kuno, hingga kini tak tergantikan jadi elemen penting desain grafis.
“Lorem ipsum” yang bertahan berabad-abad, bermula dari karya filsuf Romawi Kuno, hingga kini tak tergantikan jadi elemen penting desain grafis.
Fenomena begal yang marak akhir-akhir ini ternyata sudah terjadi sejak masa Jawa Kuno. Pelakunya ada yang diberi hukuman mati.
Fenomena begal yang marak akhir-akhir ini ternyata sudah terjadi sejak masa Jawa Kuno. Pelakunya ada yang diberi hukuman mati.
Seratusan pekerja tambang dibunuh dan dimasukkan ke lubang oleh Jepang. Sisanya hidup dalam kelaparan dan penyakit.
Seratusan pekerja tambang dibunuh dan dimasukkan ke lubang oleh Jepang. Sisanya hidup dalam kelaparan dan penyakit.
Jusuf Randy dijuluki “raja komputer” yang sukses membangun bisnis kursus komputer di Indonesia. Namun, dia ditangkap polisi karena kasus penipuan.
Jusuf Randy dijuluki “raja komputer” yang sukses membangun bisnis kursus komputer di Indonesia. Namun, dia ditangkap polisi karena kasus penipuan.
Armada Vasco da Gama memblokade Laut Merah. Sebuah kapal dagang yang membawa ratusan rombongan haji dicegat, dijarah, dan dibantai.
Armada Vasco da Gama memblokade Laut Merah. Sebuah kapal dagang yang membawa ratusan rombongan haji dicegat, dijarah, dan dibantai.
Pria kembar Belanda yang mengalami pendudukan Nazi nyaris kehilangan nyawa di Surabaya. Keduanya bagian dari Brigade Marinir Belanda yang terkenal kejam.
Pria kembar Belanda yang mengalami pendudukan Nazi nyaris kehilangan nyawa di Surabaya. Keduanya bagian dari Brigade Marinir Belanda yang terkenal kejam.
transparant.png
bottom of page