top of page

Hikayat Tan Malaka, Sang Buronan Abadi

Manusia seperti apakah sebenarnya Tan Malaka?

loading_historia_white.gif
transparant.png

Tan Malaka. (ANRI).

4 Jun 2018
2 menit membaca

SEWINDU yang lalu, di desa Selopanggung, Kediri, Jawa Timur, ditemukan sisa belulang atas nama Tan Malaka. Tempat itu diyakini sebagai pusara Tan Malaka yang ditembak mati atas perintah Letnan Dua Soekotjo dari Batalyon Sikatan bagian Divisi IV Jawa Timur, 21 Februari 1949. Kesimpulan itu dipastikan setelah para peneliti mencocokan DNA yang terkandung dalam kerangka tersebut dengan DNA keponakan Tan Malaka.


“Tapi karena ada kekuatan yang tidak bisa saya mengerti, hingga hari ini Tan Malaka belum memiliki makam yang layak,” kata sejarawan Harry Poeze kepada Historia.


Sebagai aktivis cum intelektual zaman pergerakan kemerdekaan, sosok Tan Malaka masih berselubung misteri. Jejak sejarahnya dikaburkan selama masa kuasa Orde Baru. Nama Tan masuk dalam kategori figur terlarang untuk diperkenalkan dalam narasi sejarah resmi. Sebabnya adalah ideologi Marxisme yang dianut Tan. Bahkan kuatnya sensitifitas ketika membicarakan sosok Tan Malaka masih berlangsung hingga kini.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kasus perdagangan anak di daerah transmigrasi Rawa Makmur, Kalimantan Timur ungkap kemiskinan ekstrem yang menjerat kehidupan para transmigran. Praktik korupsi aparat disinyalir biang keladinya.
bg-gray.jpg
Panglima tempur yang memadamkan gejolak di berbagai daerah. Menggagas banyak hal penting setelah aktif lagi di Angkatan Darat.
bg-gray.jpg
Sebagai gubernur militer, Gatot Soebroto berperan dalam penumpasan pemberontakan PKI di Madiun. Dia disebut turut bertanggung jawab atas eksekusi mati Amir Sjarifoeddin cs.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi kepala polisi wilayah Banyumas pada awal kemerdekaan. Dekat dengan anak buah, Gatot berhasil memimpin pasukan dalam pertempuran Ambarawa.
Di tengah pandemi orang berharap vaksin menjadi solusi. Bagaimana ketika dahulu vaksin belum dikenal?
Di tengah pandemi orang berharap vaksin menjadi solusi. Bagaimana ketika dahulu vaksin belum dikenal?
Mayoritas museum di Indonesia masih menampilkan sisi rekreasi.
Mayoritas museum di Indonesia masih menampilkan sisi rekreasi.
Cristiano Ronaldo memilih putus sekolah untuk bermain sepakbola. Dijuluki Si Lebah Kecil.
Cristiano Ronaldo memilih putus sekolah untuk bermain sepakbola. Dijuluki Si Lebah Kecil.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Tuan rumah terhindar dari malu di Indonesia Open 2019 berkat kegemilangan ganda putra. Sektor yang dulunya dipandang sebelah mata.
Tuan rumah terhindar dari malu di Indonesia Open 2019 berkat kegemilangan ganda putra. Sektor yang dulunya dipandang sebelah mata.
Perempuan yang tak lelah memperjuangkan nasib sesamanya.
Perempuan yang tak lelah memperjuangkan nasib sesamanya.
transparant.png
bottom of page