top of page

Hinatsu Eitaro, A Filmmaker with Three Names

If Usmar Ismail is called 'the Father of Indonesian Film', what name does Huyung deserve? This one-of-a-kind figure made a name for himself in Indonesian cinema.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Huh Young or Huyung, a Korean director who plays a role in Indonesian cinema. (Cinematek Collection)

23 Jan 2025
10 menit membaca

Diperbarui: 30 Mar

HIS life story was both unique and controversial. His name is recorded in the history of three countries: Korea, Japan, and Indonesia; as Huh Young, Hinatsu Eitaro, and Huyung. He did it for the sake of his dream to be a film director; which could make him labeled as a collaborator, a defector, a hero, or simply a naive and pragmatic person.


Huh Young (some write Hae Young, Heo Yeong, or Ho Yong), his real name, was born in Hamgyong, Korea, on September 21, 1908. There are no records of his family and childhood. Growing up, he wanted to become a film director, but it was a difficult dream to chase if he remained in his homeland. Since 1910, two years after he was born, Korea became part of the Japanese Empire.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page