top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Indonesia Tak Punya Sejarah

Sejarah tak hidup dalam sebuah masyarakat kecuali dipakai untuk mencari jalan ke depan yang lebih baik.

24 Jan 2013

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Budiarto Shambazy, Bonnie Triyana, dan Max Lane.

Diperbarui: 19 Des 2025

SEBAGIAN besar sejarah Indonesia merdeka adalah sejarah Orde Baru, yang berkuasa selama 32 tahun. Sayangnya, hanya secuil sejarah Orde Baru diajarkan dalam mata pelajaran sejarah di sekolah yang jamnya terus dikurangi.


Yang aneh, orang Indonesia yang lahir sesudah Sukarno dan gerakan kiri dibasmi tak tahu sejarah Orde Baru. “(Mereka) menjadi ciptaan dari pengalaman sejarah yang tidak dimengerti. Bagaimana harapannya ke depan?” kata Max Lane, dosen Universitas Victoria, Melbourne, Australia, dalam diskusi bertajuk “Membuka Lembaran Sejarah Orde Baru,” yang diselenggarakan majalah Historia dan Wisdom Institute, di Newseum Cafe, Jakarta (24/1).

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Alkisah Masjid Buzancy di Ardennes, Prancis yang dibangun atas permintaan Sultan Salahuddin. Hancur semasa Revolusi Prancis. Kini beralih fungsi jadi sekolah.
Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

God Bless tak mau sembarangan bikin album. Laris bukan tujuan mereka menelurkan album.
Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Kebun pertama tembakau Deli kini menjadi perkampungan di sekitar Jalan Platina, Medan.
Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Tuan Rondahaim melawan Belanda di Simalungun hingga akhir hayatnya. Dia tidak pernah menyerah. Penyakit rajalah yang menghentikan perlawanannya.
“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

Dianggap menggerakan massa melawan pemerintah kolonial, Kuwu Groeneveld menanggung hukuman tak ringan.
bottom of page