top of page

Jane Foster, Intel Cantik Mengintai Republik Indonesia

Seorang perempuan muda nan menawan, bekerja sebagai mata-mata, berada di tengah euforia penyerahan Jepang di Indonesia.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Jane Foster.

19 Nov 2011
5 menit membaca

Diperbarui: 28 Sep

SEBUAH pertemuan terjadi di rumah Menteri Luar Negeri Achmad Soebardjo pada 28 September 1945. Jane Foster dari Kantor Dinas Strategis (OSS) -pendahulu CIA- dan Letnan Kolonel K.K. Kennedy dari pasukan Sekutu, pengawas militer AS, mewawancarai sejumlah tokoh terkemuka Republik untuk mengetahui pandangan mereka. Selain Subardjo, hadir Sukarno, Mohammad Hatta, Amir Sjarifuddin, Iwa Kusumasumantri, dan Kasman Singodimedjo. Ada satu tokoh lagi yang hadir, dengan nama samaran Kasman, yakni Tan Malaka. 


Laporan dalam simpanan arsip OSS, sebagaimana dikutip Harry A. Poeze dalam Tan Malaka, Gerakan Kiri, dan Revolusi Indonesia: Agustus 1945-Maret 1946, menyebutkan bahwa di awal rapat, Kennedy menjelaskan bahwa misi AS merupakan misi intelijen sepenuhnya, dan kedatangan mereka tak bisa diartikan sebagai pernyataan persetujuan terhadap gerakan nasional Indonesia. Sukarno membalas, semua yang hadir memahaminya. Sukarno kemudian meminta maaf karena tak bisa bicara banyak dan menunjuk Soebardjo sebagai juru bicara. Namun pembicaraan kemudian lebih banyak dilakukan Kasman, dengan diselingi keterangan Sukarno, Hatta, dan Soebardjo. Pertemuan antara lain membahas soal penyitaan perusahaan-perusahaan besar, modal asing, dan peranan Sekutu dalam proses transisi. 


Sesudah pertemuan, Jane Foster segera kembali ke markas. Dia melaporkan bahwa gerakan nasionalis Indonesia “bukanlah bagian dari rencana besar Rusia ataupun Jepang untuk menggulingkan imperialisme Barat, melainkan ledakan alami atas tumpukan kekesalan yang sudah menggelora selama berpuluh-puluh tahun.” Foster juga menegaskan bahwa rakyat Indonesia “tidak merencanakan revolusi. Mereka mau membicarakan perdamaian.”

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi tentara Belanda ditentang sang ayah karena tidak ingin anaknya menjadi penindas bangsanya. Dia membuktikan diri sebagai tentara yang peduli kaum lemah hingga dicap sersan gila oleh atasannya.
bg-gray.jpg
Ikut dikirim ke Ambon, Gatot Soebroto dikira keluarganya sudah mati. Masa Pendudukan Jepang membuatnya “menukar” seragam dari KNIL ke PETA.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s long journey to fight for justice for women came to a halt during the Japanese occupation.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto berani dan suka berkelahi, yang berakibat dikeluarkan dari sekolah. Di balik sikap kerasnya, dia baik hati ibarat seharum tanjung tetapi sekeras baja.
Untuk pertama kalinya peringatan maestro tari topeng Mimi Rasinah dengan cukup besar. Melibatkan seniman nasional dan internasional.
Untuk pertama kalinya peringatan maestro tari topeng Mimi Rasinah dengan cukup besar. Melibatkan seniman nasional dan internasional.
Keracunan bedak pernah memakan korban di Inggris. Bedak berbahaya terus diawasi dan menjadi perhatian tenaga medis hingga kini.
Keracunan bedak pernah memakan korban di Inggris. Bedak berbahaya terus diawasi dan menjadi perhatian tenaga medis hingga kini.
Negeri-negeri yang bergulat dari masa transisi menuju demokrasi, kejahatan kemanusian di masa lalu acap menjadi beban di masa kini.
Negeri-negeri yang bergulat dari masa transisi menuju demokrasi, kejahatan kemanusian di masa lalu acap menjadi beban di masa kini.
Sejak kapan pria takut menjadi botak? Mengapa mereka pikir botak memalukan?
Sejak kapan pria takut menjadi botak? Mengapa mereka pikir botak memalukan?
Spanyol kerap diguncang teror, mulai dilakukan oleh kaum separatis hingga kaum radikal asal Timur Tengah.
Spanyol kerap diguncang teror, mulai dilakukan oleh kaum separatis hingga kaum radikal asal Timur Tengah.
Momen rekor 66 gol dalam sehari dari 10 pertandingan pada “Boxing Day” enam dekade lalu. Termasuk kekalahan pahit Manchester United 6-1.
Momen rekor 66 gol dalam sehari dari 10 pertandingan pada “Boxing Day” enam dekade lalu. Termasuk kekalahan pahit Manchester United 6-1.
transparant.png
bottom of page