- 21 Apr 2025
- 3 menit membaca
SETELAH mengungsi ke Buton pada 1660, Arung Palakka dari Bone mendapat tawaran persahabatan dari Kongsi dagang Belanda Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC). Kongsi dagang yang biasa disebut kompeni itu kebetulan juga berseberangan dengan Gowa, lawan politik Bone dan banyak kerajaan kecil di Sulawesi Selatan.
Arung Palakka lalu mengutus Datu Pattojo alias Arung Pattojo untuk melihat peluang kerjasama itu. Datu Pattojo, sebagaimana ditulis Muhammad Idris Patarai dalam Arung Palakka Sang Fenomenal, pun berangkat ke Batavia pada 1663.
Setelah persahabatan terjalin, VOC memanfatkan Arung Palakka dan pengikutnya berperang ke Sumatra Barat. Pada 1666, VOC mengajak kelompok Arung Palakka melawan Gowa.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















