- 3 Jan 2020
- 3 menit membaca
Diperbarui: 10 Apr
KEBERHASILAN Pajang menguasai Demak berujung duka. Pihak yang kalah terpaksa menerima segala titah penguasa baru. Memang tidak selamanya buruk. Namun tidak pula diterima begitu saja. Semangat penolakan dari rakyat Demak masih terasa di sebagian daerah. Meski akhirnya mereka tersingkir hingga ke tepi laut.
Setelah memastikan penetapan kekuasaan atas bekas wilayah Demak, Pajang mulai bertindak agresif terhadap bekas penduduk Demak. J.J. Meinsma dalam Babad Tanah Jawi: Jaavanse Rijkskroniek menyebut jika segala perlawanan para penguasa bekas bawahan Demak berhasil ditumpas oleh Pajang. Hingga tidak ada seorang pun yang berani melakukan perlawanan, kecuali Jipang.
Tindakan memasukan bekas rakyat Demak ke Pajang tidak berjalan lancar. Banyak penguasa dan priyai Demak yang menolak Pajang. Mereka lebih memilih melarikan diri dan hidup mandiri, ketimbang ada di bawah kuasa Jaka Tingkir, raja Pajang. Ke mana rakyat Demak itu pergi? Mereka berlayar menuju wilayah Palembang, Sumatera Selatan. Diperkirakan sampai sebelum 1572.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















