KEMATIAN sudah bukan lagi barang baru bagi Sersan Mula (diperankan Aedy Moward). Ia sudah terbiasa dengan alam revolusi kemerdekaan. Maka saat mengaso di sebuah rumah berbilik bambu, ia berbicara santai pada rekannya, Letnan Leo (Awaloedin Djamin). Dia tak begitu merisaukan kematian kepala staf batalyonnya, Kapten Adam (R. Sutjipto).
“Sudah mampus?” celetuk Mula enteng, kepada Leo.
“Bapakmu mampus?” jawab Leo.
“Hey, ajudan kita ini bisa marah juga?” tutur Mula lagi.
Leo lantas memarkirkan bokongnya di kursi bambu. Lama-lama, Leo muak mendengar sejawatnya itu mengeluh melulu akibat long march mereka dari Yogyakarta ke Jawa Barat tak hanya menghindari kejaran pasukan Belanda namun juga harus meladeni kombatan-kombatan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) yang saudara sebangsa sendiri.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












