top of page

Jenderal Nasution: PKI Bukan Musuh Kita Lagi

AH Nasution berdamai dengan masa lalu yang pahit. Alih-alih memusuhi eks anggota PKI, Nasution justru melawan rezim Orde Baru.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Jenderal TNI A.H. Nasution sedang membahas situasi di markas Kostrad pada malam 1 Oktober 1965. (Wikimedia Commons).

10 Okt 2021
3 menit membaca

Diperbarui: 30 Mei

5 Oktober 1965 menjadi hari ulang tahun TNI paling kelabu sepanjang sejarah. Hari itu, TNI Angkatan Darat harus kehilangan enam perwira tinggi dan satu perwira menengah yang terbunuh dalam peristiwa G30S. Jenazah mereka ditemukan sehari sebelumnya dalam sumur tua yang berada di Desa Lubang Buaya, Jakarta Timur. Dengan penuh haru, Jenderal Abdul Haris Nasution melepas jenazah koleganya menuju Taman Makam Pahlawan Kalibata.


“Fitnah lebih kejam daripada pembunuhan. Kita semua difitnah dan Saudara-saudara telah dibunuh. Kita diperlakukan demikian. Tapi, jangan kita dendam hati. Iman kepada Allah akan tetap meneguhkan kita,” kata Nasution, saat itu menjabat Menteri Pertahanan merangkap Kepala Staf Angkatan Bersenjata, dalam upacara pemakaman di Mabes Angkatan Darat.


Mereka yang dirujuk Nasution adalah mendiang Letjen Ahmad Yani, Mayjen Soeprapto, Mayjen M.T. Harjono, Mayjen S. Parman, Brigjen Donald Izacus Pandjaitan, Brigjen Soetoyo Siswomihardjo, dan ajudannya Letnan Pierre Tendean. Selain rekan-rekan tersebut, Nasution juga kehilangan anak bungsunya, Ade Irma Nasution, yang tertembak pada malam penculikan Gerakan 30 September. Butuh waktu lama bagi Nasution untuk memulihkan diri dari trauma setelah peristiwa kelam itu.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Gatot Soebroto nyentrik dan eksentrik dalam penampilan, perkataan, dan keyakinan. Jenderal humoris dan dekat dengan anak buah. Penyayang anak-anak dan pelindung umat Buddha.
bg-gray.jpg
Terlantar di negeri orang. Eks romusha bersama buruh Indonesia melakukan aksi propaganda, boikot, hingga pemogokan di Singapura.
bg-gray.jpg
Pengalaman dan usianya membuat Gatot Soebroto acap jadi tempat mengadu para perwira. Namanya tetap abadi di banyak tempat, mulai jalan-jalan protokol hingga RSPAD.
bg-gray.jpg
Kasus perdagangan anak di daerah transmigrasi Rawa Makmur, Kalimantan Timur ungkap kemiskinan ekstrem yang menjerat kehidupan para transmigran. Praktik korupsi aparat disinyalir biang keladinya.
Budaya bahari bisa tumbuh bukan semata-mata karena infrastruktur fisik.
Budaya bahari bisa tumbuh bukan semata-mata karena infrastruktur fisik.
Bukan pertama kali wabah penyakit berjangkit saat umat muslim menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan.
Bukan pertama kali wabah penyakit berjangkit saat umat muslim menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan.
Tak sengaja ditemukan di sebuah zaman, sampai sekarang “susu basi” ini jadi hidangan lezat nan sehat.
Tak sengaja ditemukan di sebuah zaman, sampai sekarang “susu basi” ini jadi hidangan lezat nan sehat.
Kartu Lebaran bukan hanya sarana mengucapkan selamat Idulfitri, tetapi juga pernah bermuatan politis.
Kartu Lebaran bukan hanya sarana mengucapkan selamat Idulfitri, tetapi juga pernah bermuatan politis.
Seorang perupa mengangkat kejahatan kemanusiaan pada 1965 menjadi tema karyanya. Dekonstruksi tanpa provokasi.
Seorang perupa mengangkat kejahatan kemanusiaan pada 1965 menjadi tema karyanya. Dekonstruksi tanpa provokasi.
Konferensi Nasional Sejarah berusaha menghidupkan kembali tradisi bahari bangsa Indonesia yang dulu pernah jaya.
Konferensi Nasional Sejarah berusaha menghidupkan kembali tradisi bahari bangsa Indonesia yang dulu pernah jaya.
transparant.png
bottom of page