- 3 Apr 2023
- 3 menit membaca
Diperbarui: 1 Apr
SETELAH drama pembajakan pesawat Garuda DC-9 “Woyla” berakhir, pemerintah menggelar konferensi pers. Pangkopkamtib Laksamana Soedomo didampingi Menteri Penerangan Ali Moertopo mengungkap para pelaku pembajakan merupakan buron kasus penyerangan Kosekta 8606 Pasir Kaliki, Cicendo, Bandung. Mereka, sebut Soedomo, melakukan teror untuk mendirikan negara Islam di Indonesia.
“Dengan demikian jelas bahwa kelompok ini adalah kelompok ekstrim yang telah menafsirkan ajaran agama secara salah dan mencemarkan agama,” ucap Soedomo dikutip harian Angkatan Bersenjata, 1 April 1981.
Sementara itu, Ali Moertopo mengatakan keberhasilan pemerintah menangani pembajakan mengangkat citra Indonesia di kancah internasional. Menurutnya, Indonesia adalah negara ketiga yang berhasil menyelesaikan masalah pembajakan secara gemilang. Atas pencapaian itu, Ali mengajak semua yang hadir dalam jumpa pers mengagungkan nama Allah. Seruan takbir pun diserukannya, “Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar!”
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















