top of page

Cerita Korban Pembajakan Pesawat Garuda DC-9 “Woyla”

Bagaimana tingkah para pembajak saat berhasil menguasai pesawat. Menebar rupa-rupa teror dan intimidasi kepada penumpang.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ilustrasi pembajakan pesawat Garuda DC-9 “Woyla”. (Betaria Sarulina/Historia.ID).

29 Mar 2021
5 menit membaca

Diperbarui: 28 Mar

TEPAT 40 tahun silam terjadi peristiwa paling mencekam dalam sejarah penerbangan Indonesia: Tragedi Woyla. Pada 28 Maret 1981, pesawat Garuda DC-9 “Woyla” dengan nomor penerbangan 206 mengalami pembajakan oleh sekelompok teroris. Dari rute semula Jakarta–Palembang–Medan, pembajak berencana membawa pesawat berikut penumpangnya menuju Libya via transit di Colombo, Sri Lanka.


“Mereka bersenjata api ketika memaksa pilot 25 mil menjelang Pekanbaru. Dari Penang para pembajak memerintahkan pilot terbang ke Bangkok setelah menurunkan Ny. Panjaitan (76 tahun) di Penang,” demikian diberitakan harian Angkatan Bersenjata, 31 Maret 1981


Pembajak terdiri dari lima orang. Mereka masing-masing bernama Mahrizal, Zulfikar, Abdullah Mulyono, Sofyan Effendy alias Abu Sofyan dan yang paling muda Wendy. Selama melakukan aksinya, mereka mengintimidasi, menganiaya, hingga melakukan pelecehan terhadap penumpang perempuan.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page