- 30 Mar 2021
- 4 menit membaca
Diperbarui: 29 Mar
SETELAH berhasil dikuasai, para pembajak Pesawat Garuda DC-9 “Woyla” mulai beraksi. Dengan menodongkan pistol ke tubuh kapten pilot Herman Rante, para pembajak memerintahkan pesawat bergerak menuju Kolombo, Sri Lanka. Meski dalam tekanan, Herman Rante menolak karena bahan bakar pesawat yang terbatas. Lagi pula pesawat yang dikemudikannya tidak dilengkapi dengan peta penerbangan internasional. Akhirnya, pembajak setuju terbang ke Penang, Malaysia, sebagai tujuan sementara.
Para penumpang, dikisahkan dalam majalah Senakatha No. 8, April 1990, awalnya bingung menghadapi keadaan tersebut. Hiromi Higa, penumpang kebangsaan Jepang tidak memahami apa yang terjadi. Kebanyakan penumpang semula menyangka bahwa aparatur keamanan sedang menangkap buronan. Ada pula yang mengira sedang ada pengambilan adegan film aksi dan menganggap aksi bersenjata itu sebagai guyonan belaka. Penumpang baru menyadari pesawat tengah dibajak setelah barang-barang milik mereka mereka ditadah oleh para teroris itu.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















