- 13 Apr 2021
- 4 menit membaca
KAPTEN A. Sapari, pilot pesawat Garuda F-28 baru saja lepas landas dari Pekanbaru. Sesuai jadwal, Sapari mestinya berpapasan dengan Kapten Herman Rante, pilot pesawat Garuda DC-9 “Woyla” bernomor penerbangan 206 di ketinggian 25.000 kaki. Saling tegur sapa untuk memberitahu posisi masing-masing lazimnya terjadi antara sesama pilot di atas udara.
Hari itu, 28 Maret 1981 pukul 10.18, Sapari merasakan sesuatu yang ganjil. Herman Rante tetap terbang pada ketinggian 24.000 kaki. Sapari mencoba melakukan kontak komunikasi lewat frekuensi radio. Setelah tersambung dengan “Woyla”, Sapari menerima sinyal yang dikirimkan Herman Rante berupa berisi pesan bermakna gawat: “Being hijacked... being hijacked (Dibajak... dibajak).” Sapari terkejut begitu menyadari sejawatnya itu kena bajak.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












