- 7 Feb 2020
- 5 menit membaca
Diperbarui: 28 Mar
PESAWAT Garuda DC-9 “Woyla” rute penerbangan Jakarta-Palembang-Medan dibajak pada Sabtu, 28 Maret 1981, sekira pukul 10.00. Pesawat itu diterbangkan oleh kapten pilot Herman Rante dengan lima awak pesawat, 48 penumpang, lima orang di antaranya warga negara asing. Diperkirakan pembajak akan membawa pesawat itu ke Timur Tengah, dengan rute Penang, Malaysia–Bangkok,Thailand–Colombo, Srilanka–Libya.
Saat pesawat mendarat di bendara Penang, Malaysia, pejabat militer Indonesia meminta kepada pemerintah Malaysia agar menahan pesawat itu, tidak di-refuel, dan tidak diberi bantuan lainnya. Karena hubungan yang baik, mereka menganggap permohonannya akan dipenuhi.
“Tetapi apa yang terjadi? Kami tidak punya teman di Malaysia. Kami kecewa dan beberapa kawan bahkan berkata, ‘persahabatan kita dikhianati oleh teman lama kita’. Ada juga yang mengira ada keterlibatan kelompok tertentu di negara tetangga,” kata Laksdya TNI (Purn.) Soedibyo Rahardjo dalam The Admiral.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















