- 9 Feb 2023
- 4 menit membaca
Diperbarui: 1 Apr
SIANG, 29 Maret 1981 itu begitu terik di Bandara Don Mueang, Bangkok. Panasnya cukup untuk menembus jendela pesawat Garuda DC-9 “Woyla” yang sedang dibajak. Kendati demikian, para pembajak melarang kru pesawat menyalakan mesin pendingin udara. Alih-alih berbelas kasih, mereka mengintimidasi penumpang. Makan dan minum dibatasi. Begitupun akses ke toilet. Rasa gerah, lapar, dan dahaga menyiksa para penumpang yang disandera itu.
Begitulah keadaan di pesawat Garuda DC-9 “Woyla” memasuki hari kedua pembajakan. Dari 41 sandera terdapat enam penumpang warga negara asing. Tiga di antaranya warga Amerika serikat: Karl Schneider, Ralph Hunt, dan Raymond Heischman. Sementara itu, tiga penumpang warga negara asing lain ialah Robert Wainwright (Inggris), Hengky Siesen (Belanda), dan Hiromi Higa (Jepang).
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















