top of page

Pramugari Hadapi Pembajakan Garuda DC-9 Woyla

Tiga pramugari Indonesia mengatasi ketakutan selama pembajakan. Ada pembajak yang jatuh hati ke pramugari.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Tiga Pramugari Pemberani dalam Pembajakan Woyla. Dari kiri ke kanan : Retna Wiyana, Deliyanti, dan Lydia Pangestu.

7 Mei 2018
5 menit membaca

Diperbarui: 28 Mar

“Hei, koran!” teriak seorang lelaki penumpang dari tempat duduknya kepada Retna Wiyana, pramugari pesawat Garuda DC-9 Woyla di bandara Palembang. Retna agak kaget. Semula dia dan dua pramugari lain dalam pesawat, Lydia Pangestu dan Deliyanti, asyik membincang tampang lelaki yang masuk pesawat bersama empat kawannya.


“Kayaknya penumpangnya norak-norak gitu, kok!” kata Retna dalam Aktuil, 18-31 Oktober 1982. Tampang anti-baca, pikir mereka tadinya. Tapi dugaan mereka meleset. Maka Retna gegas menghampiri lelaki penumpang tadi dan memberinya koran yang disediakan maskapai untuk bahan bacaan para penumpang selama penerbangan.


Retna kembali ke tempat duduknya. Pesawat lepas landas menuju Medan. Belum jauh pesawat lepas landas, lelaki penumpang yang meminta koran tadi berdiri dan berteriak. Empat temannya berlaku serupa. Beberapa memegang pistol, lainnya menggenggam granat. Pesawat jurusan Jakarta-Palembang-Medan itu dibajak pada Sabtu, 28 Maret 1981. Inilah pembajakan ketiga dalam sejarah dirgantara Indonesia.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page