top of page

Benny Moerdani Menangani Pembajak Pesawat Garuda DC-9 “Woyla”

Ada informasi yang disembunyikan dalam operasi anti-teror terhadap pelaku pembajakan Garuda “Woyla”. Terselip peran sang jenderal intel Benny Moerdani.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Benny Moerdani dan Pesawat Garuda DC-9 "Woyla" yang dibajak pada 28-31 Maret 1981. (Wikimedia Commons).

  • 14 Sep 2021
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 1 Apr

MENGENAKAN baju safari warna gelap, Letnan Jenderal Benny Moerdani memasuki pesawat Garuda DC-9 “Woyla”. Serbuan gerak cepat dari pasukan elite anti-teror Kopassandha baru saja mengakhiri aksi pembajakan pesawat yang dilakukan teroris dari kelompok Jamaah Imran. Setelah melakukan pengecekan di sana-sini, Benny memberi isyarat “Oke” lalu turun dari tangga pesawat. Seluruh pasukan komando itupun meninggalkan lokasi.


“Pasukan komando diangkut dengan bis menuju hanggar Angkatan Udara Muangthai, dan segera masuk ke dalam pesawat DC-10 ‘Sumatra’ yang sedang parkir sejauh lima kilometer dari lokasi penyerbuan,” demikian berita Sinar Harapan, 2 April 1981.


Begitulah suasana setelah drama pembajakan pesawat Garuda “Woyla” berakhir pada 31 Maret 1981. Pesawat itu dibajak pada 28 Maret dalam penerbangan dari Jakarta menuju Medan, transit di Palembang, kemudian tertahan di Bandara Don Muang, Bangkok, Thailand. Kendati sempat terjadi baku tembak, operasi anti-teror itu berlangsung hanya kurang dari tiga menit.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first marriage ended in tragedy. Her husband was shot and killed by Dutch soldiers. Her second spring of love unfolded with Soebadio Sastrosatomo.
bg-gray.jpg
Captain Drury, a veteran of the Java Invasion, is the only British person buried in the old Dutch cemetery at the Bogor Botanical Gardens.
transparant.png
bottom of page