top of page

John Rabe, Nazi Anomali dalam Prahara Nanking

Bermodalkan swastika, pebisnis Jerman menyelamatkan 250 ribu nyawa. Disantuni penyintas Pembantaian Nanking di akhir hayatnya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

John Heinrich Detlef Rabe memajang bendera Nazi sebagai atap tenda kamp pengungsi di Nanking (Repro: "The Good Man of Nanking")

1 Feb 2022
8 menit membaca

Diperbarui: 22 Apr

MUSIM dingin di Nanking (kadang ditulis Nanjing) pada akhir Januari 1938 masih begitu menusuk. John Rabe, lelaki plontos berkacamata dan menyandang armband Swastika Partai Nazi di lengan mantelnya, berjalan dengan hati-hati ditemani asistennya, Han. Mereka hendak mengecek sekitar 100 pengungsi di dekat pekarangan belakang rumahnya.


Kamp pengungsi itu berubah jadi rawa-rawa lagi. Sebelumnya terjadi badai salju selama dua hari. Hari Minggu, 30 Januari 1938, itu saljunya mencair. Terlepas dari keadaan yang memprihatinkan, mayoritas pengungsi itu memajang senyum saat ditemui Rabe. Maklum, sebelumnya pada perayaan tahun baru 1938, Rabe menyumbangkan 100 dolar Amerika untuk diberikan masing-masing satu dolar ke 100 pengungsi itu.


“Sungguh kemalangan yang luar biasa, dan besok adalah Tahun Baru China (Imlek), hari raya terbesar bagi orang-orang China yang malang! Komite memberikan kamp saya sebuah hadiah tambahan lima dolar untuk membeli rempah-rempah untuk membumbui nasi tahun baru mereka – lima dolar untuk 600 orang! Sayangnya kami tak bisa memberikan lebih dari itu walau uangnya mereka terima dengan rasa syukur. Semua orang juga menerima secangkir beras tambahan dari jatah harian dua cangkir,” tulis Rabe dalam catatan hariannya, Der Gute Deutsche von Nanking (terj. The Good German of Nanking).

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Depresi Besar dan Perang Dunia II membuat masyarakat AS mendaur ulang karung untuk dijadikan pakaian. Menjadi tren dan diminati hingga memunculkan karung beraneka warna, motif, dan ukuran.
Depresi Besar dan Perang Dunia II membuat masyarakat AS mendaur ulang karung untuk dijadikan pakaian. Menjadi tren dan diminati hingga memunculkan karung beraneka warna, motif, dan ukuran.
Sebelum payung hukum dibuat, mengusut kasus kekerasan dalam rumah tangga bak menegakkan benang basah.
Sebelum payung hukum dibuat, mengusut kasus kekerasan dalam rumah tangga bak menegakkan benang basah.
Tim Garuda Muda tengah “menyala”. Harapan kembali ke pentas olimpiade terbuka lebar setelah absen nyaris tujuh dekade di cabang sepakbola.
Tim Garuda Muda tengah “menyala”. Harapan kembali ke pentas olimpiade terbuka lebar setelah absen nyaris tujuh dekade di cabang sepakbola.
Prancis menjual wilayah Louisiana kepada Amerika Serikat. Salah satu penjualan tanah terbesar di dunia.
Prancis menjual wilayah Louisiana kepada Amerika Serikat. Salah satu penjualan tanah terbesar di dunia.
Survei tiga lembaga terkenal memenangkan Dewey dalam Pilpres AS 1948. Bahkan, surat kabar telah memberitakannya. Ternyata Truman yang menang.
Survei tiga lembaga terkenal memenangkan Dewey dalam Pilpres AS 1948. Bahkan, surat kabar telah memberitakannya. Ternyata Truman yang menang.
transparant.png
bottom of page