top of page

Januari “Ngeri” di Shanghai

Januari 1932 menjadi pembuka “pintu neraka” bagi penduduk Shanghai. Invasi mengerikan Jepang berlangsung hingga Mei.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Pasukan Tentara ke-19 China terlibat baku tembak dengan pasukan Jepang front Chapei. (Wikimedia Commons).

4 Jan 2020
6 menit membaca

Diperbarui: 18 Jan

SENJA, 27 Januari 1932 di Shanghai, China. Dari seorang kawannya asal Kwantung yang bernama Siangseng Tze, Tan Malaka mendapat peringatan bahaya. “Siangseng Tze, dari Kwantung, memperingatkan kepada saya supaya pindah rumah, karena something will happen this night (akan ada kejadian malam hari ini). Katanya, ‘The Canton soldiers will resist Japanese agression.’ Saya dinasehatkan pindah rumah, karena pertempuran akan terjadi di sekitar kampung saya,” kata Tan Malaka dalam otobiografinya, Dari Penjara ke Penjara Jilid 2.


Alih-alih menuruti, Tan Malaka justru mengabaikan nasihat temannya itu. Toh, peringatan serupa juga sudah diterima Tan Malaka sebelumnya dari Siangsen Chen, kawannya asal Kwantung yang punya kontak dengan Tentara ke-19 (19th Route Army). “Saya sebagai orang asing, tentulah tidak bisa langsung menerima kebenarannya kabar di atas,” sambung Tan Malaka.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Terlantar di negeri orang. Eks romusha bersama buruh Indonesia melakukan aksi propaganda, boikot, hingga pemogokan di Singapura.
bg-gray.jpg
Pengalaman dan usianya membuat Gatot Soebroto acap jadi tempat mengadu para perwira. Namanya tetap abadi di banyak tempat, mulai jalan-jalan protokol hingga RSPAD.
bg-gray.jpg
Kasus perdagangan anak di daerah transmigrasi Rawa Makmur, Kalimantan Timur ungkap kemiskinan ekstrem yang menjerat kehidupan para transmigran. Praktik korupsi aparat disinyalir biang keladinya.
bg-gray.jpg
Panglima tempur yang memadamkan gejolak di berbagai daerah. Menggagas banyak hal penting setelah aktif lagi di Angkatan Darat.
Keberagaman dalam Imlek menjadi semangat baru bagi bangsa Indonesia untuk bangkit melawan pandemi covid-19.
Keberagaman dalam Imlek menjadi semangat baru bagi bangsa Indonesia untuk bangkit melawan pandemi covid-19.
Aktor kawakan yang mencintai akting dan bisbol. Dikagumi Elvis Presley hingga jadi “anak emas” Walt Disney.
Aktor kawakan yang mencintai akting dan bisbol. Dikagumi Elvis Presley hingga jadi “anak emas” Walt Disney.
Pantomim bukan sekadar bahasa bisu. Ia seni ekspresi dengan estetika yang tak semata memancing gelak tawa.
Pantomim bukan sekadar bahasa bisu. Ia seni ekspresi dengan estetika yang tak semata memancing gelak tawa.
Merekam warga Jakarta dalam merayakan hari kemerdekaan Indonesia tahun ini. Antusiasme yang muncul lagi usai hampir dua tahun menghilang.
Merekam warga Jakarta dalam merayakan hari kemerdekaan Indonesia tahun ini. Antusiasme yang muncul lagi usai hampir dua tahun menghilang.
Beda zaman, beda lagi jiwanya. Begitu pula dengan kesantunan dalam berpolitik.
Beda zaman, beda lagi jiwanya. Begitu pula dengan kesantunan dalam berpolitik.
Ketika pemerintah Hindia Belanda tak mampu menghadapi gelombang pandemi Flu Spanyol secara menyeluruh, para sinshe muncul sebagai penyelamat.
Ketika pemerintah Hindia Belanda tak mampu menghadapi gelombang pandemi Flu Spanyol secara menyeluruh, para sinshe muncul sebagai penyelamat.
transparant.png
bottom of page