top of page

Junus Samosir, D.I. Panjaitan, dan G30S

Pagi mencekam di kediaman Jenderal Pandjaitan dari sudut pandang sahabatnya. Peristiwa yang menyisakan pergumulan batin.�

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 5 Okt 2023
  • 4 menit membaca

Sekali waktu, Kolonel Junus Samosir bertandang ke kediaman sahabatnya Brigjen Donald Isaac Pandjaitan di Jalan Hasanuddin, Kebayoran, Jakarta Selatan. Di dalam kamarnya, Pandjaitan memperlihatkan sebuah senapan kepada Junus Samosir. Keduanya memang sahabat seperjuangan sedari lama.


 “Lihat Lae (ipar), ini senjata untuk berjaga-jaga. Lae juga bikin seperti ini di rumah, apalagi kamu intel,” kata Pandjaitan kepada Junus Samosir seperti terkisah dalam biografi Keteladanan Mayor Jenderal TNI (Purn) Junus Samosir dan Landasan Moral Pembangunan yang ditulis Payaman Simanjuntak.


Waktu itu, bulan September tahun 1965, beberapa hari menjelang peristiwa Gerakan 30 September (G30S). Junus Samosir adalah Wakil Asisten (Waas) I/Intelijen Menpangad. Dalam jajaran SUAD I, Samosir merupakan orang nomor dua setelah Asisten I/Intelijen Menpangad Mayjen S. Parman. Sementara itu, Pandjaitan menjabat Asisten IV/Logistik Menpangad.



Pandjaitan dan Junus Samosir sejatinya sudah berkawan sejak kecil di Tapanuli. Waktu zaman Perang Kemerdekaan mereka sama-sama berjuang sebagai prajurit TNI. Persahabatan ini kian erat lewat pertalian keluarga setelah Junus mengambil Pinatua br. Pandjaitan sebagai istrinya. Dalam adat Batak, Junus Samosir harus menjunjung Pandjaitan yang menjadi hula-hula atau keluarga dari pihak istrinya.


Selain dekat secara pribadi, kediaman antara Panjaitan dan Samosir juga saling berdekatan. Mereka sama-sama tinggal di bilangan Kebayoran. Pandjaitan di Jalan Hasanuddin sedangkan Samosir di Jalan Hang Tuah. Itulah sebabnya ketika rumahnya didatangi sekelompok tentara tidak dikenal pada subuh 1 Oktober 1965, Pandjaitan sempat menyuruh putri sulungnya Katherin untuk menghubungi Oom Samosir. Adegan Katherin menghubungi Junus Samosir via telepon tercuplik pula dalam film Pengkhianatan G30S PKI.


“Katherin tidak bingung dan ketakutan. la menuju pesawat telepon, menghubungi Kolonel Junus Samosir, Wakil Asisten I Menteri Panglima Angkatan Darat. Jawaban yang diterima mengatakan, penerima telepon itu Tante Samosir,” tutur istri Pandjaitan, Mariekke br. Tambunan, dalam D.I. Pandjaitan Gugur dalam Seragam Kebesaran.



Dering telepon pada pagi itu mengagetkan Junus Samosir. Setelah menerima pesan tentang apa yang terjadi di kediaman Pandjaitan, dia bergegas menuju Jalan Hasanuddin. Ditemani istri dan adik iparnya, Natigor Panjaitan, Junus Samosir merasakan situasi mencekam setibanya di sekitar kediaman Pandjaitan. Di depan rumah tampak darah segar bercampur serpihan daging berwarna putih. Pemandangan itu membuat istri Junus Samosir hampir tak kuasa melangkah. Rasa ngeri, sedih, dan emosi campur jadi satu.


“Dengan memaksa diri saya mengikuti suami saya berlari mencari Ny. D.I. Pandjaitan yang ada di lantai atas. Kami berangkulan, juga dengan anak-anak, lalu kami berdoa bersama-sama dipimpin oleh Bapak Samosir,” kenang Pinatua Samosir br Panjaitan seperti dikutip Payaman Simanjuntak.


Dari keterangan sang istri, Pandjaitan berupaya melindungi diri dengan senapan yang sudah disiapkannya di dalam kamar jauh-jauh hari. Namun, saat hendak ditembakkan, senapan laras panjang itu tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Setelah diperiksa ternyata pelatuknya dipasang terbalik sehingga gagal meletus.



Junus Samosir semula menyangka rumah keluarga sahabatnya itu telah digarong rampok. Namun, dugaan itu salah belaka setelah polisi mengabarkan kejadian yang sama juga terjadi di kediaman Waperdam II Johannes Leimena. Belakangan diketahui pasukan G30S yang hendak menjemput Jenderal Nasution nyasar ke kediaman Leimena. Brigadir Karel Sadsuitubun, polisi yang bertugas menjaga kediaman Leimena, ditembak mati karena melawan. Sementara itu, anak-anak Pandjaitan menyaksikan ayah mereka dijemput paksa oleh gerombolan tentara berseragam hijau dan bersenjata.


“Pasukan yang ditugaskan untuk menculik Brigjen D.I. Pandjaitan di bawah pimpinan Serma Sukarjo dari Yon 454/Diponegoro dengan kekuatan 1 (satu) Ton Minus,” catat Mardanas Safwan dalam Major Jenderal Anumerta D.I. Pandjaitan.


Setelah lewat subuh, banyak orang mulai berdatangan ke kediaman Pandjaitan. Junus Samosir sempat bersua dengan Letkol Herman Sarens Sudiro, perwira bantu (paban) SUAD II yang berpatroli dengan panser begitu mengetahui ada insiden di kediaman Pandjaitan. Dari kediaman Pandjaitan, Junus Samosir kemudian pamit menuju ke rumah atasannya Mayjen S. Parman dan Menpangad Letjen Ahmad Yani untuk melapor. Siapa nyana, keduanya juga bernasib sama seperti Pandjaitan.



Pada hari-hari berikutnya, Junus Samosir menggabungkan diri ke Kostrad. Panglima Kostrad Mayjen Soeharto saat itu mengambil alih pimpinan Angkatan Darat. Pada 3 Oktober 1965, jenazah para jenderal Angkatan Darat yang diculik G30S ditemukan dalam sumur di kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur. Junus Samosir turut menyaksikan proses penggalian hingga pemakaman di Taman Makam Pahlawan Kalibata.   


Namun, peristiwa G30S menyisakan pergumulan batin bagi Junus Samosir. Mulai dari peran intelijen SUAD I yang disorot tajam karena dianggap kurang tanggap dalam mengantisipasi G30S. Pribadi Junus bahkan turut menjadi sasaran gunjingan dari seorang perwira tinggi Angkatan Darat.


“Suatu masalah yang sangat memilukan hatinya dan beban hatinya adalah tuduhan yang menekan jiwanya dari seorang perwira tinggi yang dikenalnya sangat dekat dalam pimpinan TNI-AD,” sebut Payaman.



Pada 4 Oktober 1965, Junus Samosir secara resmi menjadi pengganti sementara Asisten I/Menpangad. Tapi, kesalahan yang dialamatkan pada SUAD I dan juga dirinya dari pihak tertentu semakin membuat Junus tertekan. Hanya dua pekan Junus bertahan di SUAD I. Setelahnya, Junus dipindahkan ke Seskoad sebagai pengajar. Posisi Asisten I/Menpangad kemudian ditempati oleh Kolonel Charis Suhud.


Memasuki 1970, Junus Samosir ditarik bertugas kembali ke bidang intelijen. Dia ditunjuk sebagai Deputi Kepala BAKIN (kini BIN). Di BAKIN pula Junus Samosir mengakhiri karier militernya dengan pangkat terakhir mayor jenderal.   

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Snouck Hurgronje traveled to Jeddah and Mecca to observe and gather information about Muslims in the Dutch East Indies.
bg-gray.jpg
Gerilya di hutan hingga dapat julukan Ratu Rimba Malaya, Shamsiah Fakeh pernah ditangkap di Jakarta pasca peristiwa G30S 1965.
bg-gray.jpg
Sebelum menjadi sentra kuliner seperti sekarang, kawasan Jalan Sabang pernah menjadi tempat nongkrong anak gaul Jakarta hingga tempat mangkal tante-tante kesepian.
bg-gray.jpg
Klub sepakbola yang dibangun komunitas Arab Pekalongan ini tak bisa dianggap remeh. Kendati kerap didera kesulitan finansial, Alhilaal berhasil merengkuh gelar juara.
Chairil Anwar dan ayahnya wafat di tahun yang sama. Diperingati sebagai hari berkabung di Indragiri dan Hari Puisi Nasional.
Chairil Anwar dan ayahnya wafat di tahun yang sama. Diperingati sebagai hari berkabung di Indragiri dan Hari Puisi Nasional.
Mahmoud Abbas tak punya legitimasi, kata sejarawan Vijay Prashad. Pemimpin Palestina sebenarnya ada di penjara, salah satunya Marwan Barghouti.
Mahmoud Abbas tak punya legitimasi, kata sejarawan Vijay Prashad. Pemimpin Palestina sebenarnya ada di penjara, salah satunya Marwan Barghouti.
Rudy Pirngadie jenderal berbintang pudar. Gemerlap justru memancar dari bintangnya di dunia musik. Dijuluki Buaya Keroncong hingga Jenderal Keroncong.
Rudy Pirngadie jenderal berbintang pudar. Gemerlap justru memancar dari bintangnya di dunia musik. Dijuluki Buaya Keroncong hingga Jenderal Keroncong.
Donald Trump menghina Paus Leo XIV. Dahulu Napoleon menangkap dua Bapa Suci.
Donald Trump menghina Paus Leo XIV. Dahulu Napoleon menangkap dua Bapa Suci.
Dari bergeliat, peternakan-peternakan sapi perah di seantero Jakarta perlahan menghilang akibat gejolak politik. Ada banyak haji di balik industri tersebut.
Dari bergeliat, peternakan-peternakan sapi perah di seantero Jakarta perlahan menghilang akibat gejolak politik. Ada banyak haji di balik industri tersebut.
Perjalanan 50 tahun Apple penuh inovasi dan tantangan, bermula dari garasi hingga rmenjadi raksasa teknologi global.
Perjalanan 50 tahun Apple penuh inovasi dan tantangan, bermula dari garasi hingga rmenjadi raksasa teknologi global.
transparant.png
bottom of page