top of page

Junus Samosir, D.I. Panjaitan, dan G30S

Pagi mencekam di kediaman Jenderal Pandjaitan dari sudut pandang sahabatnya. Peristiwa yang menyisakan pergumulan batin.�

loading_historia_white.gif
transparant.png

Kapten D.I. Pandjaitan bersama Kapten Junus Samosir sewaktu sama-sama bertugas di Teritorium I Bukit Barisan pada awal 1950. Sumber: Repro biografi "Keteladanan Mayor Jenderal TNI (Purn.) Junus Samosir dan Landasan Moral Pembangunan" karya Payaman Simanjuntak.

  • 5 Okt 2023
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 9 Mei

SEKALI waktu, Kolonel Junus Samosir bertandang ke kediaman sahabatnya Brigjen Donald Isaac Pandjaitan di Jalan Hasanuddin, Kebayoran, Jakarta Selatan. Di dalam kamarnya, Pandjaitan memperlihatkan sebuah senapan kepada Junus Samosir. Keduanya memang sahabat seperjuangan sedari lama.


“Lihat Lae (ipar), ini senjata untuk berjaga-jaga. Lae juga bikin seperti ini di rumah, apalagi kamu intel,” kata Pandjaitan kepada Junus Samosir seperti terkisah dalam biografi Keteladanan Mayor Jenderal TNI (Purn) Junus Samosir dan Landasan Moral Pembangunan yang ditulis Payaman Simanjuntak.


Waktu itu, bulan September tahun 1965, beberapa hari menjelang peristiwa Gerakan 30 September (G30S). Junus Samosir adalah Wakil Asisten (Waas) I/Intelijen Menpangad. Dalam jajaran SUAD I, Samosir merupakan orang nomor dua setelah Asisten I/Intelijen Menpangad Mayjen S. Parman. Sementara itu, Pandjaitan menjabat Asisten IV/Logistik Menpangad.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first marriage ended in tragedy. Her husband was shot and killed by Dutch soldiers. Her second spring of love unfolded with Soebadio Sastrosatomo.
bg-gray.jpg
Captain Drury, a veteran of the Java Invasion, is the only British person buried in the old Dutch cemetery at the Bogor Botanical Gardens.
transparant.png
bottom of page