- 7 Nov 2020
- 3 menit membaca
Diperbarui: 30 Apr
TAHUN 1608 (sumber lain menyebut 1601/1610), penduduk Sumedang Larang ditimpa duka. Salah seorang penguasa terbesar mereka, Prabu Geusan Ulun, dipanggil Sang Pencipta. Raja yang membawa kejayaan bagi Sumedang itu meninggalkan wilayah kuasa yang cukup besar.
Sepeninggalnya konflik politik pun tak terhindarkan hingga membagi Sumedang Larang menjadi dua: kerajaan yang berpusat di Dayeuh Luhur, diperintah Pangeran Rangga Gede; dan kerajaan yang berpusat di Tegal Kalong, dipimpin Pangeran Suriadiwangsa.
Sumedang Larang sendiri lahir setelah Kerajaan Pakuan Pajajaran (terletak di wilayah Bogor sekarang) dikuasai oleh Kesultanan Banten pada 1579. Menurut Edi S. Ekadjati dalam Sejarah Kebangkitan Nasional Daerah Jawa Barat, peristiwa hancurnya kerajaan Sunda bercorak Hindu Buddha terakhir itu membuat kekuasaan orang-orang Sunda terdorong ke wilayah timur Jawa Barat, yakni Galuh dan Sumedang.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















