- 15 Apr 2024
- 7 menit membaca
Diperbarui: 15 Feb
RUMAH bercat putih di bilangan Tulodong, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan itu tak mudah ditemukan. Tak ada nomor rumah di pintu pagarnya. Ia terapit dua rumah tetangganya yang lebih terlihat dominan. Setelah beberapa kali menekan tombol bel yang terselip di sisi kiri dalam tembok pagar, sang tuan rumah keluar membuka pintu. Dia sendiri. “Ibu sedang keluar, dia baru pulang dari Melbourne”.
Empunya rumah, Farid Prawiranegara, anak keempat Sjafruddin Prawiranegara. Ayahnya adalah petinggi Partai Masyumi. Sjafruddin pernah jadi ketua Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) saat Sukarno ditahan Belanda dan gubernur Bank Indonesia sebelum bergabung dengan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI). Pernah dicap sebagai pemberontak, Sjafruddin mendapat gelar Pahlawan Nasional dari pemerintah pada 10 November 2011.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












