- 18 Jan 2022
- 4 menit membaca
Diperbarui: 11 Apr
SUATU hari di akhir tahun 1958, Kapten Penerbang (Pnb.) Wisnu Djajengminadro mendapat tugas dadakan dari Komandan Komando Group Komposisi (KGK) Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) Mayor Pnb. Omar Dani. Wisnu mesti terbang ke Hanoi membawa mesin pengganti buat pesawat C-47/DC-3 Dakota yang dipiloti Kapten Pnb. John Najoan. Pesawat Najoan mengalami engine trouble di Hanoi dalam penerbangan dengan tujuan akhir Hong Kong.
Wisnu terpaksa terbang lebih awal dari jadwalnya karena masalah mesin Najoan. Dia terbang ke Hanoi dengan co-pilot Kapten Moh. Loed. Rutenya sama dengan rute yang dilalui Najoan: Jakarta-Medan-Bangkok-Hanoi. Penerbangan tersebut berjalan lancar.
Di Hanoi, Wisnu dan Loed menyempatkan diri berkeliling menikmati keindahan Hanoi. Keduanya bahkan diajak Konjen RI Mr. Soedibyo Wirjo Woerdojo makan siang yang tak pernah mereka duga.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















