- 8 Agu 2017
- 3 menit membaca
Diperbarui: 21 Apr
JERIT tangis gadis cilik memecah keheningan malam. Bentakan kakak lelakinya tak menghentikan tangisnya, malah kian meronta. Ketika seorang kakak lelakinya menggendong paksa, gadis itu melawan dengan menggigit. Sang kakak kesakitan, mengumpat.
Kartini, gadis cilik itu, tak ingin tidur terpisah dari Ngasirah, ibunya (diperankan Nova Eliza). Dia sama sekali tak tahu dan tak peduli aturan di rumah itu yang menentukan Ngasirah menjadi pembantu dan harus tidur terpisah dari suaminya, Adipati Ario Sosroningrat (Dedy Sutomo). Ngasirah turun status setelah Sosroningrat menikahi Raden Ajeng Moeriam (Djenar Maesa Ayu) demi mengejar jabatan bupati.
Adegan perlawanan Kartini kecil itu menempati bagian awal film Kartini besutan sutradara Hanung Bramantyo. Di film, yang beberapa bagiannya menyajikan alur mundur, jiwa perlawanan Kartini sudah tampak semasa kecil.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















