top of page

Kartini yang Pluralis

Bagaimana R.A. Kartini memandang kesetaraan antar ras dan golongan sebagai keniscayaan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

R.A. Kartini. (KITLV).

22 Des 2019
3 menit membaca

Diperbarui: 21 Apr

R.A. KARTINI bisa jadi hidup hanya pada setiap 21 April. Anak-anak perempuan di sekolah merayakannya dengan mengenakan kebaya sebagai perlambang identitas gender. Sementara itu, Kartini dimasukan ke dalam sangkar emas sebagai pendekar feminisme. Namun nyatanya, dalam membaca pemikiran Kartini ada hal yang abai diperbincangkan, yaitu pandangannya tentang hak asasi manusia dan pluralisme. 


Demikian pendapat sejarawan Didi Kwartanada dalam diskusi panel Seminar Sejarah Nasional “Membayangkan Indonesia di Hari Depan” di Aston Priority Hotel & Conference, 4 Desember 2019. Apabila merujuk surat-suratnya dalam versi asli, Kartini juga mengungkapkan kegelisahannya tentang diskriminasi minoritas pada zaman kolonial. Menurut Didi, membaca ulang pemikiran Kartini tentang pluralisme, yang belum banyak diungkap, merupakan isu yang relevan bagi keadaan Indonesia dewasa ini.


Dalam makalahnya “Membayangkan Indonesia yang Berbhineka: Kartini dan Pandangannya Mengenai Tionghoa dan Arab”, Didi mencatat empat surat Kartini yang memperlihatkan empatinya terhadap kalangan minoritas Tionghoa dan Arab. Mengapa Tionghoa dan Arab? Dalam struktur masyarakat kolonial, kedua etnis ini menempati posisi warga kelas dua sebagai kelompok vreemde oosterlingen (timur asing).

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Ikut dikirim ke Ambon, Gatot Soebroto dikira keluarganya sudah mati. Masa Pendudukan Jepang membuatnya “menukar” seragam dari KNIL ke PETA.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s long journey to fight for justice for women came to a halt during the Japanese occupation.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto berani dan suka berkelahi, yang berakibat dikeluarkan dari sekolah. Di balik sikap kerasnya, dia baik hati ibarat seharum tanjung tetapi sekeras baja.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah was accused of being pro-American for allowing a Hollywood movie to be screened.
Lorong Zaman Puasa
Lorong Zaman Puasa
K-Pop, budaya Korea yang ikut mengguncang penutupan Asian Games 2018 Jakarta-Palembang.
K-Pop, budaya Korea yang ikut mengguncang penutupan Asian Games 2018 Jakarta-Palembang.
A deep and balanced understanding about the events in 1959-1969 is required to achieve reconciliation.
A deep and balanced understanding about the events in 1959-1969 is required to achieve reconciliation.
Elon Musk memimpikan ekplorasi ke Uranus. Planet terdingin ini sudah diamati sejak zaman Yunani Kuno dan mulanya dianggap bintang.
Elon Musk memimpikan ekplorasi ke Uranus. Planet terdingin ini sudah diamati sejak zaman Yunani Kuno dan mulanya dianggap bintang.
Ini tentang tradisi perempuan berkaki kecil, perempuan penguasa yang melajang, waria memimpin kota, dan istilah lesbian.
Ini tentang tradisi perempuan berkaki kecil, perempuan penguasa yang melajang, waria memimpin kota, dan istilah lesbian.
Ketika para kiai NU melucu. Dari soal makan babi sampai Jawa tanah kiai.
Ketika para kiai NU melucu. Dari soal makan babi sampai Jawa tanah kiai.
transparant.png
bottom of page