top of page

Tri Ramidjo, Kecil di Digoel, Muda di Buru

Tri Ramidjo menjalani empat belas tahun pengasingan di Boven Digoel. Tujuh tahun penahanan di Pulau Buru.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Para tahanan di barak kamp interniran di Tanahmerah, Boven Digoel. (KITLV/Wikimedia Commons).

1 Mar 2011
9 menit membaca

Diperbarui: 20 Apr

RUMAH berpagar kuning itu terletak berhadapan dengan lapangan serbaguna di sebuah perumahan di bilangan Kunciran, Tanggerang. Gerbang pagar setinggi dada orang dewasa itu segera dibuka setelah beberapa kali terucap salam. Seorang pria senja berkemeja putih dan bercelana panjang batik tampak berdiri di pintu menyambut dengan senyum dikulum. Tangan kirinya berpegangan pada tembok, menopang tubuh rentanya. “Tangan kanan saya kena stroke, tak bisa lagi digerakkan. Silahkan masuk,” katanya mempersilahkan. Dia pun menyeret langkahnya untuk duduk di kursi.


Lelaki itu adalah Tri Ramidjo, biasa disapa Trikoyo, 85 tahun. Sakit tak pernah menghalanginya untuk beraktivitas. Trikoyo melek teknologi. Dia tak gagap menggunakan komputer dan akrab dengan internet. Sampai hari ini dia aktif sebagai anggota jejaring sosial Facebook dan kerapkali membagi pengalaman hidupnya di berbagai mailing list. Semangatnya tak pernah pudar. “Tubuh saya sakit, tapi semangat saya masih selalu ada,” kata dia.


Senyumnya selalu mengembang saat bercerita tentang pengalaman masa kecilnya di Boven Digoel, Papua. Pria kelahiran Kutoardjo, 27 Februari 1926 itu dibawa saat masih bayi oleh kedua orangtuanya, Kyai Dardiri Ramidjo dan Nyi Darini Ramidjo, ke Tanah Merah, Digoel. Kyai Dardiri dibuang ke Digoel karena turut aktif dalam pemberontakan komunis melawan pemerintah kolonial pada 1926. Dardiri dan Darini masih sepupuan. Mereka adalah cucu dari Kyai Hasan Prawiro, pengikut setia Pangeran Diponegoro yang mengobarkan perang Jawa pada 1825-1830.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi kepala polisi wilayah Banyumas pada awal kemerdekaan. Dekat dengan anak buah, Gatot berhasil memimpin pasukan dalam pertempuran Ambarawa.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi tentara Belanda ditentang sang ayah karena tidak ingin anaknya menjadi penindas bangsanya. Dia membuktikan diri sebagai tentara yang peduli kaum lemah hingga dicap sersan gila oleh atasannya.
bg-gray.jpg
Ikut dikirim ke Ambon, Gatot Soebroto dikira keluarganya sudah mati. Masa Pendudukan Jepang membuatnya “menukar” seragam dari KNIL ke PETA.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s long journey to fight for justice for women came to a halt during the Japanese occupation.
Mengelola parkir bukan urusan gampang. Sebelum dikelola Pemda Jakarta, parkir dikelola secara borongan.
Mengelola parkir bukan urusan gampang. Sebelum dikelola Pemda Jakarta, parkir dikelola secara borongan.
Mewarisi ambisi JFK mendaratkan manusia di bulan 50 tahun lalu, Donald Trump terobsesi memasang bendera di Mars.
Mewarisi ambisi JFK mendaratkan manusia di bulan 50 tahun lalu, Donald Trump terobsesi memasang bendera di Mars.
Secara resmi Perang Korea belum berakhir. Dan perseteruan pun masih kerap terjadi, yang antara lain diredakan dengan sebuah lapangan golf.
Secara resmi Perang Korea belum berakhir. Dan perseteruan pun masih kerap terjadi, yang antara lain diredakan dengan sebuah lapangan golf.
Media asing heran di Bali minim kasus Corona. Barangkali karena orang Bali menjalankan tradisi leluhur dalam menghadapi wabah penyakit.
Media asing heran di Bali minim kasus Corona. Barangkali karena orang Bali menjalankan tradisi leluhur dalam menghadapi wabah penyakit.
Lewat kemenangan 6-1 Spurs membuat Old Trafford jadi kuburan bagi pemiliknya. Mengulang sejarahnya.
Lewat kemenangan 6-1 Spurs membuat Old Trafford jadi kuburan bagi pemiliknya. Mengulang sejarahnya.
Sebuah tempat penyulingan anggur berusia ribuan tahun ditemukan di Armenia.
Sebuah tempat penyulingan anggur berusia ribuan tahun ditemukan di Armenia.
transparant.png
bottom of page