Diperbarui: 15 Sep
MUSEUM tak melulu outdated atau ketinggalan zaman, garing, membosankan, lebih-lebih angker. Kesan-kesan itulah yang ingin ditinggalkan oleh Museum Pusat TNI Angkatan Laut Jalesveva Jayamahe (Muspusal) di Surabaya. Dengan menggunakan teknologi kekinian, Muspusal menyajikan serba-serbi sejarah maritim lewat beragam cara yang vibe-nya asyik dan seru.
Hal itu tampak nyata kala Historia beranjangsana ke Muspusal Kamis (23/11/2023) siang. Berada tak jauh dari Pangkalan Utama TNI AL V (Lantamal V), Muspusal yang berada di sudut Jalan Sarjawala dan Jalan Pati Unus, Ujung, kota Surabaya itu bernaung di bawah Dinas Sejarah Angkatan Laut (Disjarhal).
Saat mendampingi Historia, Kepala Muspusal Letkol Laut (KH) Drs. I Putu Sara Partama, M.A.P. berkisah bahwa beberapa bangunan tahap pertamanya baru didirikan di atas lahan 1,6 hektare dari total lahan 3,2 hektare. Kelak, sesuai rencana, Muspusal jadi museum militer terbesar di Asia Tenggara.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















