- 12 Agu 2019
- 3 menit membaca
Diperbarui: 3 hari yang lalu
RAJANYA bernama Maha Mosa. Ia sombong dan tak tahu sopan santun. Suatu hari ketika seorang utusan Tiongkok datang, dia ditegur. Raja pun turun dari singgasana, membungkuk, dan menerima perintah kekaisaran.
Ia disuruh kaisar mengirim upeti. Namun, ia beralasan baru saja dijarah Kerajaan Sulu sehingga mereka sedang lemah dan miskin. Tak mampu mereka memberi persembahan kepada kaisar di Tiongkok.
Apalagi ketika itu kerajaannya adalah bagian dari Jawa. Penduduk Jawa mencegahnya mengirim upeti. Maha Mosa pun bimbang. “Sejak lama Jawa sudah mengakui dirinya sebagai bawahan dan membawa upeti. Mengapa engkau takut pada Jawa tetapi tidak pada Takhta Langit?” seru utusan itu akhirnya kepada sang raja.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















