- 8 Apr
- 4 menit membaca
Diperbarui: 20 jam yang lalu
DIIRINGI musik santai, seorang perwira Iran yang mirip juru bicara militer Iran Letkol Ebrahim Zolfaghari berseluncur dengan papan luncur sambil berswafoto lalu minum jus delima. Di belakanganya tampak truk-truk militer dengan kamuflase gurun meluncurkan misil-misil. Begitulah salah satu video tentang Iran yang viral belakangan.
Banyak warganet mengira itu video sungguhan. Padahal, itu sekadar klip video 25 detik berbasis Artificial Intelligence (AI). Diunggah pertamakali di akun resmi X milik Kedutaan Besar Iran untuk Afrika Selatan, @IraninSA, pada 27 Maret 2026. “Unggahan seru hari ini: Minum jus buah delima agar Anda bisa menghantam Tel Aviv dengan lebih akurat,” demikian bunyi tulisan unggahan itu.
Video dalam unggahan itu jelas bertujuan untuk nge-troll (mengusik atau mengganggu secara usil sehingga menyebalkan) kepada Amerika Serikat (AS) dan Israel yang telah melanggar dengan menyerang kedaulatan Iran sejak 28 Februari 2026. Propaganda ala kekinian untuk “menampar” klaim Presiden AS Donald Trump yang pada 20 Maret 2026 sesumbar telah memenangkan perang atas Iran meski masih belum rampung.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















