- 12 Apr
- 6 menit membaca
Diperbarui: 22 jam yang lalu
BAIK Iran maupun Amerika Serikat (AS), keduanya sama-sama mengklaim kemenangan pasca-disepakatinya gencatan senjata selama dua pekan pada Rabu (8/4/2026). Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump sesumbar mengancam akan menghancurkan infrastruktur Iran setelah sebelumya, 2 April 2026, serangan AS menghancurkan Jembatan Karaj B1 di Alborz.
“Hari Selasa (7 April, red.) akan jadi Hari Pembangkit Listrik dan Hari Jembatan, semua jadi satu di Iran. Tidak akan ada hari itu!!! Buka selat sialan itu (Selat Hormuz), dasar para bajingan gila, atau kalian akan hidup di Neraka – LIHAT SAJA! Segala puji bagi Allah. Presiden DONALD J. TRUMP”, kata Presiden Trump di akun media sosial Truth, @realDonaldTrump, 5 April 2026.
Pada 2 April, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth juga melancarkan retorika serupa pasca-menyerang Jembatan Karaj B1. Katanya, AS siap membuat Iran kembali ke zaman batu. Namun, bukannya gentar, Iran justru nge-troll (meledek) balik ancaman-ancaman vulgar AS melalui mesin-mesin propagandanya. Baik via media massa maupun akun-akun media sosial kedutaannya di beberapa negara.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















