top of page

Ketika Amangkurat I Dikhianati

Para pengkhianat bermunculan ketika Sultan Mataram kehilangan kekuasaan. Mulai dari pejabat istana, kemenakan raja, hingga rakyat biasa.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Kompleks pemakaman keluarga Mataram di Imogiri. (Wereldmuseum Amsterdam/Wikimedia Commons).

29 Mei 2021
3 menit membaca

Diperbarui: 25 Apr

AWAL Juli 1677, pasukan Raden Trunajaya berhasil menguasai ibu kota Mataram seutuhnya. Raja beserta keluarga, serta para pangeran yang seharusnya bertanggung jawab atas pertahanan istana, telah lama hengkang. Mereka memilih menyelamatkan diri dan menyerahkan keraton berusia seratus tahun beserta seluruh harta di dalamnya setelah tidak mampu membendung kekuatan para pemberontak tersebut.


Menurut H.J. De Graaf dalam Runtuhnya Istana Mataram, peristiwa jatuhnya istana Mataram ke tangan para pemberontak sebenarnya bisa dihindari, mengingat Mataram masih memiliki persenjataan lengkap: sepuluh meriam besar, dan 20.000 prajurit yang siap diterjunkan ke medan tempur.


Dengan kekuatan seperti itu mungkin mereka masih dapat bertahan dari gempuran pasukan Trunajaya, yang meskipun unggul jumlah tetapi kalah pengalaman berperang. “Tetapi pertahanan Mataram hancur dari dalam karena anarki dan pengkhianatan,” tulis De Graaf.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page