top of page

Perselingkuhan Berdarah di Mataram

Ketegangan dua pangeran menimbulkan kekacauan di Mataram. Dipicu hubungan gelap sang putra mahmota dengan adik iparnya.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 30 Mei 2021
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 25 Apr

MATARAM, 1671. Sebuah persidangan di kerajaan menggemparkan rakyat dan pejabat VOC. Dua pangeran Mataram, Pangeran Adipati Anom dan Pangeran Singasari, menjadi aktor utama persidangan. Kasus yang diperkarakan ketika itu adalah pembunuhan putra Pangeran Pekik, Raden Dobras, yang mayatnya ditemukan di dalam sebuah sumur.


Dalam persidangan yang menghadirkan Sunan Mataram Amangkurat I itu, Putra Mahkota menuduh adiknya sebagai pembunuh Raden Dobras. Menurut kesaksiannya, suatu malam Pangeran Singasari mengundang korban makan malam dan setelah itu tidak pernah kembali pulang. Pangeran Singasari menyangkal pernyataan kakaknya itu. Menurutnya pada malam tersebut, setelah pulang dari masjid, Pangeran Singasari menjumpai seorang pencuri masuk ke rumahnya. Tanpa mengenal siapa pencuri tersebut, Pangeran Singasari langsung membunuhnya.


Setelah mendengar penjelasan kedua pangeran Mataram, persidangan menghadirkan para abdi istana Singasari. Dikisahkan sejarawan Belanda H.J. De Graaf dalam Runtuhnya Istana Mataram, Amangkurat I lalu bertanya kepada mereka mengenai keributan yang terjadi saat malam pembunuhan. Tetapi para abdi mengatakan jika malam itu mereka tidak mendengar ada keributan atau tanda bahaya apapun. Sebagaimana tradisi yang berlaku di Mataram kala itu, setiap ada keributan pasti ada bunyi bende sebagai tanda bahaya.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Snouck Hurgronje traveled to Jeddah and Mecca to observe and gather information about Muslims in the Dutch East Indies.
bg-gray.jpg
Gerilya di hutan hingga dapat julukan Ratu Rimba Malaya, Shamsiah Fakeh pernah ditangkap di Jakarta pasca peristiwa G30S 1965.
bg-gray.jpg
Sebelum menjadi sentra kuliner seperti sekarang, kawasan Jalan Sabang pernah menjadi tempat nongkrong anak gaul Jakarta hingga tempat mangkal tante-tante kesepian.
bg-gray.jpg
Klub sepakbola yang dibangun komunitas Arab Pekalongan ini tak bisa dianggap remeh. Kendati kerap didera kesulitan finansial, Alhilaal berhasil merengkuh gelar juara.
Sejak masa kolonial, tembakau dan produk turunannya dikenai cukai. Dianggap menguntungkan dan bertahan kala krisis global.
Sejak masa kolonial, tembakau dan produk turunannya dikenai cukai. Dianggap menguntungkan dan bertahan kala krisis global.
Penyanyi nyentrik asal Sukabumi sohor di era 1990-an. Sedari remaja, penikmat musik “Ngak Ngik Ngok” ini sudah bermusik.
Penyanyi nyentrik asal Sukabumi sohor di era 1990-an. Sedari remaja, penikmat musik “Ngak Ngik Ngok” ini sudah bermusik.
Chairil Anwar dan Des Alwi jual beli barang bekas. Dari aktivitas itu Sutan Sjahrir memperoleh radio gelap untuk mendengarkan berita kekalahan Jepang.
Chairil Anwar dan Des Alwi jual beli barang bekas. Dari aktivitas itu Sutan Sjahrir memperoleh radio gelap untuk mendengarkan berita kekalahan Jepang.
Mata-mata Barat mengumpulkan kertas yang dijadikan tisu toilet oleh tentara Soviet. Kertas itu berisi informasi penting tentang rencana hingga pengembangan alat tempur.
Mata-mata Barat mengumpulkan kertas yang dijadikan tisu toilet oleh tentara Soviet. Kertas itu berisi informasi penting tentang rencana hingga pengembangan alat tempur.
Dulu sempat cuma dianggap olahraga rekreasi, lantas Prancis berbenah. Denmark sampai Indonesia pun keok dibuatnya.
Dulu sempat cuma dianggap olahraga rekreasi, lantas Prancis berbenah. Denmark sampai Indonesia pun keok dibuatnya.
Prajurit KNIL Kamby desersi menyeberang ke pihak Aceh. Dia sampai pindah agama.
Prajurit KNIL Kamby desersi menyeberang ke pihak Aceh. Dia sampai pindah agama.
transparant.png
bottom of page