top of page

Hari-hari Terakhir Amangkurat I

Raja Mataram yang terkenal bengis ini menghabiskan masa-masa terakhir kekuasaannya dalam pelarian, intrik, dan pengkhianatan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Makam Amangkurat I di Kompleks Tegal Arum, Dusun Pakuncen, Pasarean, Adiwerna, Tegal, Jawa Tengah. (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan/Wikimedia Commons).

16 Mar 2021
3 menit membaca

Diperbarui: 25 Apr

SUNGGUH malang nasib Amangkurat I. Di usia senjanya, ia harus hidup dalam pelarian yang melelahkan. Raja yang pada masa kejayaannya terkenal bengis itu gagal mempertahankan takhta setelah istana kebanggaannya jatuh dan pemberontakan rakyat tidak lagi dapat dicegah. Ditambah pula pengkhianatan dari orang-orang di sekitarnya, semakin melengkapi penderitaan penguasa Mataram itu. Sang raja benar-benar kehilangan kuasanya. 


Pelarian Amangkurat I terjadi pada 1677. Saat itu sebagian besar wilayah ibukota Mataram telah diduduki oleh Raden Trunajaya. Bersama pasukan Maduranya, ia berhasil menjatuhkan pertahanan istana yang terkenal sulit ditembus. Trunajaya juga mampu menumpas perlawanan dari ketiga putra Amangkurat I (Pangeran Adipati Anom, Pangeran Puger, dan Pangeran Singasari) yang mati-matian mempertahankan takhta peninggalan ayahnya.


Diceritakan sejarawan H.J. De Graaf dalam Runtuhnya Istana Mataram, Amangkurat I meninggalkan istana pada suatu malam di bulan Juni 1677. Tujuan pertamanya adalah Imogiri, makam keluarga raja-raja Mataram. Dalam perjalanan tersebut ia hanya dikawal oleh sedikit keluarga saja. Hanya ada putra-putranya, beberapa pejabat yang setia, dan dua orang perempuan yang kemungkinan istrinya. Beruntung usaha raja keluar dari kediamannya itu berjalan mulus tanpa dihalangi oleh siapa pun, terutama pasukan Trunajaya.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Jauh di pedalaman hutan Papua yang terisolasi, sejumlah warga Lampung turut menjalani hidup sebagai tahanan politik. Salah satunya adalah Sjahmin Pandjinegara.
bg-gray.jpg
PKI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Membawa gagasan ke tengah masyarakat melalui pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Hasilnya menjadi salah satu partai terbesar.
bg-gray.jpg
Selama tiga dekade tinggal di Uni Soviet, Semaoen menggeluti berbagai profesi: penyiar radio, penerjemah, dosen, hingga wakil perdana menteri.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
Sebegitu panjang perjalanan sejarah bangsa, banyak tokoh perempuan yang eksis di dalamnya. Namun aktivis perempuan tak menemukannya di historiografi Indonesia terbaru.
Sebegitu panjang perjalanan sejarah bangsa, banyak tokoh perempuan yang eksis di dalamnya. Namun aktivis perempuan tak menemukannya di historiografi Indonesia terbaru.
Setidaknya ada sebelas pemain dunia yang pernah menjajal akting. Berikut lima di antaranya.
Setidaknya ada sebelas pemain dunia yang pernah menjajal akting. Berikut lima di antaranya.
Vaksin corona yang jadi harapan untuk mengatasi pandemi diprediksi baru bisa diproduksi massal pada 2021. Sebelum vaksin ditemukan, cacar menjadi penyakit amat mematikan. Bisa dikendalikan setelah pemvaksinan massal.
Vaksin corona yang jadi harapan untuk mengatasi pandemi diprediksi baru bisa diproduksi massal pada 2021. Sebelum vaksin ditemukan, cacar menjadi penyakit amat mematikan. Bisa dikendalikan setelah pemvaksinan massal.
Petenis Billie Jean King sukses membungkam kaum laki-laki yang menganggap perempuan senantiasa inferior dalam olahraga tenis.
Petenis Billie Jean King sukses membungkam kaum laki-laki yang menganggap perempuan senantiasa inferior dalam olahraga tenis.
Indonesia berlimpah warisan budaya. Pengembangannya tergantung sikap masyarakat dan kebijakan pemerintah.
Indonesia berlimpah warisan budaya. Pengembangannya tergantung sikap masyarakat dan kebijakan pemerintah.
transparant.png
bottom of page