- 18 Nov 2020
- 3 menit membaca
Diperbarui: 7 Jun
RADEN Said Soekanto Tjokrodiatmodjo menjadi tokoh pejuang yang memperoleh gelar pahlawan nasional tahun ini. Dia adalah kepala kepolisian Republik Indonesia yang pertama dan paling lama (1945-1959). Di bawah kepemimpinannya, kepolisian Indonesia mengalami masa keemasan. Karena kiprahnya dalam membangun dunia kepolisian negeri itulah Soekanto dinilai patut masuk dalam album pahlawan nasional.
Soekanto merintis karier kepolisiannya sejak zaman kolonial Hindia Belanda. Berbagai kedinasan digeluti Soekanto. Dari bagian lalu lintas, dia dipindahkan ke bagian reserse, kemudian ke dinas intelijen polisi Hindia Belanda (Politiek Inlichtingen Diens/PID). Dari semua itu, Soekanto paling senang ketika bertugas sebagai Kepala Polisi Seksi IV bagian reserse, di Candi, Semarang. Periode itu berlangsung pada 1933-1934.
Sekali waktu di tengah malam, Soekanto, mengadakan inspeksi. Berpakaian preman, Soekanto patroli di sekitar kantornya. Sekonyong-konyong dia menemukan komandan jaga, seorang inspektur berkebangsaan Belanda, sedang tidur terlelap. Soekanto memberinya pelajaran dengan merogoh saku sang inspektur dan mencolong pistolnya. Akibatnya, inspektur itu mendapatkan sanksi atas kelalaiannya dengan penurunan pangkat. Selama menjadi polisi, Soekanto memang dikenal disiplin tanpa ampun.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















