- 4 Jul 2019
- 7 menit membaca
Diperbarui: 7 Jun
PERINTAH datang dari Mohammad Hatta, wakil presiden yang juga perdana menteri. Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo selaku kepala Djawatan Kepolisian Negara (DKN) diberi kuasa untuk meninjau dan mempelajari bentuk, susunan, dan perlengkapan kepolisian di luar negeri. “Tidak ada agenda lain. Tidak ada by design. Dari sisi surat perintah, ya cuma untuk mempelajari polisi di negara lain,” ujar sejarawan Ambar Wulan. Bersama Awaloedin Djamin, Ambar menulis biografi Jenderal Polisi R.S. Soekanto Tjokrodiatmodjo.
Semestinya Soekanto berangkat pada Juli 1948. Namun, karena situas politik, dia baru bisa melaksanakannya pada September. Dia membawa Katik Soeroso, siswa Sekolah Tinggi Polisi Negara angkatan pertama yang sedang ditugaskan di DKN.
Soekanto dan Katik menumpang pesawat dari Lapangan Maguwo (sekarang Adi Sucipto) Yogyakarta, menembus blokade Belanda. Dalam perjalanan mereka sempat mendarat di Palembang, Bangkok, New Delhi, London, hingga akhirnya tiba di New York, Amerika Serikat, pada 8 Oktober 1948.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















