top of page

Ketika Sukarno Buang Muka

Aksi memalingkan wajah pernah dilakukan oleh Presiden Sukarno kepada Kemal Idris, perwira Divisi Siliwangi yang tidak disukainya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Sukarno dan Kemal Idris. Ilustrasi: Fernando Randy/Historia

7 Okt 2019
3 menit membaca

Ada kejadian menarik dalam acara pelantikan anggota DPR pekan yang lalu. Puan Maharani terpilih sebagai Ketua DPR. Sang ibu, Megawati Sukarnaputri yang juga mantan Presiden RI ke-5 datang menghadiri. Saat akan memasuki podium tempat undangan VVIP, Megawati terlihat melengos  ketika beberapa orang tokoh hendak menyalaminya. Mereka yang dilewatkan Megawati adalah Surya Paloh, Ketua Partai Nasdem dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dari petinggi Partai Demokrat.


Sikap buang muka Megawati bisa jadi soal perkara politik. Di masa kepresidenannya (2001—2004), Megawati pernah bersitegang dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang tidak lain ayah AHY. SBY adalah salah satu menteri Megawati yang kemudian saling berlawan dalam pemihan presiden 2004. Sementara Paloh sebagai ketua umum Nasdem adalah sekutu PDIP dalam pemilu 2019 namun belakangan mulai bermanuver politik sendiri.


Megawati saat Menolak Salaman dengan AHY dan Surya Paloh. dok: Kompas TV.
Megawati saat Menolak Salaman dengan AHY dan Surya Paloh. dok: Kompas TV.

Ibarat pepatah, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Ayah Megawati, Sukarno, Bapak Proklamator yang juga Presiden RI pertama pun pernah berlaku demikian. Perlakuan Sukarno itu berbekas dalam memori dan kalbu seorang perwira bernama Ahmad Kemal Idris.  


Kemal Idris adalah perwira yang mengarahkan moncong meriam ke arah Istana Negara dalam peristiwa 17 Oktober 1952. Saat itu Kemal berpangkat mayor dan menjabat sebagai Komandan Resimen ke-7 Divisi Siliwangi. Menurut Kemal, aksi “koboy” nya itu dilakukannya atas perintah KSAD Kolonel Abdul Haris Nasution.


“Yang dipersalahkan, sudah tentu, Nasution dan pasukan-pasukannya seperti saya dan beberapa perwira lain. Kami lalu diperiksa Kejaksaan Agung sampai beberapa hari,” ujar Kemal Idris dalam MemoarSenarai Kiprah Sejarah Jilid 3.


Peristiwa itu selesai dengan diberhentikannya Nasution sebagai KSAD. Beberapa perwira yang terlibat dalam peristiwa itu dikenai disiplin dan sanksi. Meski demikian, Bung Karno tampaknya masih memendam geram kepada Kemal Idris.


Pada bulan November 1952, Sukarno mengumpulkan semua komandan resimen, komandan divisi, dan panglima teritorium ke Istana. Bung Karno berkeliling istana menghampiri para perwira. Sebagai tuan ramah, Sukarno beramah tamah dengan menyalami satu demi satu perwira yang hadir.


“Tetapi tiba pada giliran saya, ia seakan-akan tidak melihat saya, sehingga tidak mengulurkan tangan untuk berjabatan. Saya dilewatkannya begitu saja.” Kenang Kemal Idris dalam otobiografinya Kemal Idris: Bertarung dalam Revolusi.


Perlakuan cuek Sukarno membuat Kemal Idris merasa terhina. Nelangsa bagi Kemal Idris belum cukup sampai disitu. Karier militer Kemal dikemudian hari ikut dibikin macet. Jabatannya sebagai komandan resimen dicopot. Jatahnya untuk sekolah komando ke luar negeri malah dialihkan ke perwira lain. Kemal hanya diberi tempat untuk dikaryakan di Departemen Pertahanan dan Keamanan. Ruang kerjanya ditempatkan jauh di belakang gedung, dekat dengan toilet. Karena frustrasi dan kecewa, Kemal sempat mengisi waktunya dengan berjudi.


Pakar politik militer Salim Said dalam Menyaksikan 30 Tahun Pemerintahan Otoriter Soeharto mencatatKemal memang tidak kehilangan jabatan sebagai aksi pasang meriam itu. Tapi sejak itu, Kemal “dicatat” Sukarno sebagai musuh. Akibatnya, karier militer Kemal terhambat lama.


Nasib baik menghampiri Kemal ketika dirinya dipindahkan ke Kostrad. Pada 1965, Kemal mendampingi Panglima Kostrad Mayjen Soeharto sebagai kepala staf. Sementara itu, kekuasaan Sukarno mulai goyah akibat gonjang-ganjing politik pasca meletusnya G30S.


Ketika gerakan anti Sukarno kian menguat, Kemal Idris ikut ambil bagian. Kemal-lah yang melindungi para mahasiswa demonstran yang gencar menyerukan Sukarno turun. Puncaknya, Kemal mengirimkan pasukan liar tanpa identitas saat sidang kabinet digelar pada Jumat pagi, 11 Maret 1966. Pukulan balik dari Kemal Idris bikin Sukarno panik.


“Pada 11 Maret 1966 Kemal berhasil memaksa Sukarno lari terbirit-birit meninggalkan sidang kabinet di Istana Negara Jakarta untuk pada malam harinya di Istana Bogor menyerahkan kekuasaan kepada Soeharto,” tulis Salim Said.


Inilah ihwal rontoknya kekuasan Sukarno. Lewat mandat Surat Perintah 11 Maret (Supersemar), Sukarno lengser dari tahta kepresidenan. Kemal Idris mengklaim perannya dalam peralihan kekuasaan itu. “Bayangkan, kalau saya menarik kembali pasukan itu, apakah Surat Perintah 11 Maret terjadi?” katanya penuh jemawa.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
Mampukah Jokowi dan Ahok menuntaskan masalah Jakarta yang diwariskan dari zaman ke zaman?
Mampukah Jokowi dan Ahok menuntaskan masalah Jakarta yang diwariskan dari zaman ke zaman?
Tukar-menukar kaos antara pemain usai pertandingan sepakbola sudah menjadi kelaziman. Larangan FIFA tak bisa menghentikan tradisi ini.
Tukar-menukar kaos antara pemain usai pertandingan sepakbola sudah menjadi kelaziman. Larangan FIFA tak bisa menghentikan tradisi ini.
<strong></strong>Melalui lukisan dan karya instalasi, beberapa perupa kontemporer Indonesia merayakan 70 tahun kemerdekaan Indonesia.
Melalui lukisan dan karya instalasi, beberapa perupa kontemporer Indonesia merayakan 70 tahun kemerdekaan Indonesia.
Elon Musk memimpikan ekplorasi ke Uranus. Planet terdingin ini sudah diamati sejak zaman Yunani Kuno dan mulanya dianggap bintang.
Elon Musk memimpikan ekplorasi ke Uranus. Planet terdingin ini sudah diamati sejak zaman Yunani Kuno dan mulanya dianggap bintang.
Trofi Piala Eropa tak hanya bisa direbut dengan strategi dan skuad mumpuni, tapi juga keberuntungan. Italia pernah mengalaminya.
Trofi Piala Eropa tak hanya bisa direbut dengan strategi dan skuad mumpuni, tapi juga keberuntungan. Italia pernah mengalaminya.
Tak ingin Indonesia mendominasi, Negeri Jiran menempuh jalan curang. Terbongkar oleh salah satu wasitnya.
Tak ingin Indonesia mendominasi, Negeri Jiran menempuh jalan curang. Terbongkar oleh salah satu wasitnya.
transparant.png
bottom of page