top of page

Kibuli Raden Paku

Dia adalah Teuku Umar Kalimantan. Namun dia akhirnya dikibuli Belanda.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 27 Mar 2024
  • 3 menit membaca

Kendati usianya baru dua dekade, nama Melawi sejak dulu sudah sering disebut-sebut. Kabupaten di Kalimantan Barat yang sebelumnya menjadi bagian dari Kabupaten Sintang dan pernah berada di bawah Kesultanan Banjarmasin ini pernah di-blacklist pemerintah Hindia Belanda.


Antara 1863 hingga 1867, Melawi dan Sintang dianggap daerah yang rusuh oleh pemerintah kolonial. Melawi dan Sintang termasuk daerah yang melawan pemerintah kolonial Hindia Belanda. Algemeen Handelsblad (6 Maret 1896) menyebut dalam perlawanan itu dua kepala suku di pedalaman Melawi melakukan perlawanan. Salah satu kepala suku tersebut, namanya Regam, lalu berpihak kepada pemerintah kolonial pada Juli 1866.


Di balik ketulusannya, Regam ternyata hendak membalas dendam atas pemerasan yang dilakukan Mas Nata Widjaja yang menjadi pemimpin pemberontakan. Atas kerja kerasnya meredam perlawanan di Sintang, maka Penembahan Sintang Regam —yang berkuasa di daerah Melawi dan Sintang— diberi penghargaan dan gelar Raden Paku Jaya pada Mei 1867.


Regam adalah orang Dayak yang pernah menjadi kepala di Nanga Serawai di Melawi Hulu. Selama bertahun-tahun Regam hidup damai. Namun setelah 1880-an, ketenangan di daerah kekuasaannya sirna. De Locomotief tanggal 3 Februari 1896 menyebut Regam alias Raden Paku melanggar janjinya untuk tidak menguasai Melawi Hulu.


“Bertentangan dengan janjinya tidak pernah lagi memasuki Melawi Atas, tindakannya telah mengganggu kelancaran urusan, berkali-kali menimbulkan kesulitan bagi aparat,” demikian Militair Weekblad, 19 Maret 1896, memberitakan.


Berkali-kali dia bertindak melawan pemerintah. Kelakuan Raden Paku jadi kurang lebih sudah mirip seperti Teuku Umar di Aceh: Setelah dipercaya malah berontak.


Malam 10 November 1895, Raden Paku telah berada di Serawi, pedalaman Melawi. Sepak terjangnya tak bisa dicegah lagi, bahkan oleh aparat bersenjata kolonial sekalipun. Setidaknya 11 polisi bersenjata dikirim untuk mengatasi Raden Paku.


Situasi itu kemudian sampai ke telinga residen Kalimanan Barat. Alhasil, pada 12 Desember 1895 sebanyak satu pasukan militer dikirim ke Melawi Hulu.


Seorang kontrolir bernama Louis Constant Westenenk (1872-1930) harus bekerja untuk menyelesaikan perlawanan tersebut. Dia datang ke Kalimantan Barat pada 1893 sebagai pegawai negeri sipil Belanda. Sebelumnya dia pernah tinggal di sana.


Sang pegawai yang berusia 24 tahun jelang akhir Maret 1896 itu tak cuma duduk di balik meja. Westenenk turun ke lapangan bersama pasukan militer. Deli Courant tanggal 10 April 1933 menyebut dia bergerak bersama 34 orang pasukannya. Di antara mereka hanya 17 orang yang bersenjata api Beaumont dan 17 bersenapan kuno. Westenenk meniru Jenderal Van Heutsz. Mereka mengejar tanpa henti dan tidak memberi waktu kepada lawan beristirahat barang setengah hari pun.


Pada barisan Westenenk tersebut, Kopral Suka dari kesatuan polisi bersenjata adalah yang terdepan. Kopral Suka kemudian berhasil menemukan Raden Paku dan sekitar 100 orang pengikutnya yang –banyak yang bersenjata api– bertahan di dalam sebuah rumah panjang.


Karena tidak punya banyak amunisi, Kopral Suka jadi menerapkan taktik mengulur waktu agak tidak segera dilumpuhkan pasukan Raden Paku yang jumlahnya lebih banyak. Pasukan Westenenk lain juga diam-diam bergerak di bawah kolong.


Kopral Suka memulai tembakan ke dua arah, membuat pengikut Raden Paku kebingungan lalu merasa terkepung. Kopral Suka dan kawan-kawannya lalu mengambil posisi. Pengikut Raden Paku ditakuti dengan tabung dinamit dan diancam jika tidak menyerah dalam waktu 15 menit, maka dinamit akan dilemparkan ke mereka.


Orang Dayak pengikut Raden Paku bukan sudah tahu dinamit. Mereka tahu itu bisa untuk menangkap ikan. Mereka tahu dinamit benda berbahaya.


Keheningan terjadi sejenak. Raden Paku berusaha untuk keluar dari situasi yang tidak menyenangkan itu dengan keluar dari sebuah rumah. Tapi dia kemudian dilucuti. Raden Paku dan pengikutnya merasa kesal karena ternyata pasukan yang mengepung mereka jumlahnya sangat sedikit.


Raden Paku dan pengikutnya kemudian dibuang. Koran Java Bode tanggal 4 Januari 1897 menyebut Raden Paku bersama 3 orang pengikutnya dibuang ke Ternate. Selain ke Ternate, ada pula pengikutn Raden Paku yang dibuang ke Banyuwangi, Bukittinggi, dan Manado.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Snouck Hurgronje traveled to Jeddah and Mecca to observe and gather information about Muslims in the Dutch East Indies.
bg-gray.jpg
Gerilya di hutan hingga dapat julukan Ratu Rimba Malaya, Shamsiah Fakeh pernah ditangkap di Jakarta pasca peristiwa G30S 1965.
bg-gray.jpg
Sebelum menjadi sentra kuliner seperti sekarang, kawasan Jalan Sabang pernah menjadi tempat nongkrong anak gaul Jakarta hingga tempat mangkal tante-tante kesepian.
bg-gray.jpg
Klub sepakbola yang dibangun komunitas Arab Pekalongan ini tak bisa dianggap remeh. Kendati kerap didera kesulitan finansial, Alhilaal berhasil merengkuh gelar juara.
Chairil Anwar dan Des Alwi jual beli barang bekas. Dari aktivitas itu Sutan Sjahrir memperoleh radio gelap untuk mendengarkan berita kekalahan Jepang.
Chairil Anwar dan Des Alwi jual beli barang bekas. Dari aktivitas itu Sutan Sjahrir memperoleh radio gelap untuk mendengarkan berita kekalahan Jepang.
Mata-mata Barat mengumpulkan kertas yang dijadikan tisu toilet oleh tentara Soviet. Kertas itu berisi informasi penting tentang rencana hingga pengembangan alat tempur.
Mata-mata Barat mengumpulkan kertas yang dijadikan tisu toilet oleh tentara Soviet. Kertas itu berisi informasi penting tentang rencana hingga pengembangan alat tempur.
Dulu sempat cuma dianggap olahraga rekreasi, lantas Prancis berbenah. Denmark sampai Indonesia pun keok dibuatnya.
Dulu sempat cuma dianggap olahraga rekreasi, lantas Prancis berbenah. Denmark sampai Indonesia pun keok dibuatnya.
Prajurit KNIL Kamby desersi menyeberang ke pihak Aceh. Dia sampai pindah agama.
Prajurit KNIL Kamby desersi menyeberang ke pihak Aceh. Dia sampai pindah agama.
Chairil Anwar dan ayahnya wafat di tahun yang sama. Diperingati sebagai hari berkabung di Indragiri dan Hari Puisi Nasional.
Chairil Anwar dan ayahnya wafat di tahun yang sama. Diperingati sebagai hari berkabung di Indragiri dan Hari Puisi Nasional.
Mahmoud Abbas tak punya legitimasi, kata sejarawan Vijay Prashad. Pemimpin Palestina sebenarnya ada di penjara, salah satunya Marwan Barghouti.
Mahmoud Abbas tak punya legitimasi, kata sejarawan Vijay Prashad. Pemimpin Palestina sebenarnya ada di penjara, salah satunya Marwan Barghouti.
transparant.png
bottom of page